Begini Tanggapan Menkeu Sri Mulyani Soal Rupiah Makin Loyo

Pada Kamis (4/10/2018), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di Rp 15.133

Begini Tanggapan Menkeu Sri Mulyani Soal Rupiah Makin Loyo
Menteri Kuangan Sri Mulyani (KOMPAS/SIGID KURNIAWAN) 

SERAMBINEWS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, kondisi rupiah yang semakin melemah terhadap dollar AS disebabkan faktor eksternal.

Ia memastikan pelemahan rupiah tak ada kaitannya dengan musibah gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

"Tidak (berhubungan dengan bencana). Saya lihat dominasi hari ini mayoritas berasal dari luar yang sangat dominan pada saat yang lalu. Kita lihat sentimen kemarin adalah Italia yang defisitnya besar," kata Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Baca: Rupiah Terjungkal ke Rp 15.025 Per Dollar AS, Ini Penyebabnya Menurut Analis

"Sekarang Italia komitmen menurunkan defisit APBN, lalu ada sentimen yang lain. Mayoritas ini masalah eksternal," tambah dia.

Sri Mulyani memastikan, pemerintah terus bekerja agar faktor-faktor eksternal tersebut tak membuat rupiah semakin anjlok.

Menurut dia, Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter sudah melakukan langkah-langkah bauran kebijakan.

Baca: Rupiah Tembus di Atas Rp 15.000, Luhut: Nggak Ada Masalah, Kenapa Mesti Risau?

Pemerintah dari sisi fiskal juga terus akan melaksanakan berbagai langkah yang sebelumnya sudah diputuskan bersama sebagai langkah mengantisipasi pelemahan rupiah.

Salah satunya dengan memonitor impor barang.

"Utamanya impor barang konsumsi dan diproduksi dalam negeri, 1.147 itu nanti akan kami lihat laporannya setiap minggu dan posisi terakhir sudah menunjukkan penurunan," kata mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini.

Baca: Kurs Rupiah Loyo Dalam Sepekan Terakhir di Hadapan Dollar Amerika Serikat

Pemerintah, lanjut dia, juga terus menggenjot penggunaan biodiesel 20 persen (B20) untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

"Tapi, kita akan lihat karena akhir September terjadi kenaikan dan kami akan lihat. Dengan adanya bencana seperti ini, akan ada kebutuhan, dan kami akan melihat apa yang sifatnya temporer dan sifatnya tren atau kecenderungan," ucap Sri Mulyani.

Pada Kamis (4/10/2018), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di Rp 15.133.

Baca: Saat Rupiah Melemah, Dollar AS Menguat, Utang Pemerintah Ikut Membengkak

Rupiah melemah 0,3 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Posisi rupiah hari ini menjadi yang terlemah sejak kurs acuan diperkenalkan pada 20 Mei 2013.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Rupiah Makin Loyo, Sri Mulyani Sebut karena Defisit Italia

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved