Rupiah Tembus di Atas Rp 15.000, Luhut: Nggak Ada Masalah, Kenapa Mesti Risau?

Kementerian Keuangan menyebutkan per 31 Agustus, tercatat posisi utang pemerintah pusat mencapai Rp 4.363,19 triliun.

Rupiah Tembus di Atas Rp 15.000, Luhut: Nggak Ada Masalah, Kenapa Mesti Risau?
KOMPAS.com/DANI PRABOWO
Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan saat serah terima jabatan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis 13/8/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Menjelang siang di hari ini, Kamis (4/10/2018), kurs rupiah menyentuh level Rp 15.173 per dolar AS.

Penutupan perdagangan Rabu (3/10/2018) kemarin rupiah di perdagangkan di posisi Rp 15.075 dan dibuka pada Rp 15.065 per dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan meminta tidak risau dengan kondisi pelemahan rupiah kali ini karena laju inflasi dalam negeri masih dalam posisi aman dan utang pemerintah Indonesia masih rendah.

"Rupiah saya kira enggak ada masalah, kenapa mesti risau di (level) Rp 15.000? Karena apa saya bilang enggak perlu risau, karena inflasi kita masih bagus, sangat bagus malah. Terus kemudian utang kita masih rendah," papar Luhut saat ditemui di kantornya, Rabu (3/10/2018).

Baca: Gempa dan Tsunami di Aceh Tahun 2004 dan Palu Tahun 2018, Kekuatan hingga Dana Bantuan

Baca: Kepala BNN Banda Aceh: Jomblo Rentan Terkena Godaan Penyalahgunaan Narkoba

Baca: Terungkap! Tsunami Palu Terjadi 6 Menit Setelah Gempa 7,4 SR Mengguncang Sulawesi Tengah

Kementerian Keuangan menyebutkan per 31 Agustus, tercatat posisi utang pemerintah pusat mencapai Rp 4.363,19 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan 30,31 persen dari produk domestik bruto (PDB) dengan rincian, pinjaman luar negeri sebesar Rp 815,05 triliun dan pinjaman dalam negeri Rp 6,25 triliun.

Kemudian kata Luhut untuk menangani pelemahan rupiah pemerintah telah merealisasikan sejumlah program seperti Biodesel 20 persen atau B20, peningkatan pariwisata dan peningkatan penggunaan tingkat komponen dalan negeri (TKDN).

"Kita punya strategi untuk mengurangi impor kita dengan B20, dengan pariwisata, dengan TKDN. Malah itu tidak pernah kita lakukan dulu, dan itu semua buatan dalam negeri," papar Luhut.

Luhut pun menekankan agar tidak perlu khawatir dengan kondisi rupiah di level Rp 15.000  karena kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih stabilm

"Jadi kita lihat itu jangan sebagai satu sisi saja, bahwa betul (rupiah di level) Rp 15.000 Anda lihat sekarang APBN kita sangat kredibel. Enggak ada masalah pendanaan," pungkas Luhut.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rupiah Tembus di Atas Rp 15.000, Menteri Luhut: Nggak Ada Masalah, Kenapa Mesti Risau?

 

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved