Kepala BNN Banda Aceh: Jomblo Rentan Terkena Godaan Penyalahgunaan Narkoba

Sebanyak 6.000 orang yang terjerumus penyalahgunaan narkoba itu sebagian besar berusia di bawah 30 tahun.

Kepala BNN Banda Aceh: Jomblo Rentan Terkena Godaan Penyalahgunaan Narkoba
NET
Ilustrasi 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Banda Aceh, Hasnanda Putra mengungkapkan ada 6.000 orang yang terlibat penyalahgunaan narkoba sepanjang 2017.

Berdasarkan data 2017 tersebut, 6.000 orang yang terjerumus penyalahgunaan narkoba tersebar di tiga kabupaten/kota di Aceh. Sebagian besar dari 6.000 orang tersebut, berusia di bawah 30 tahun.

"Jadi anak-anak juga termasuk dalam hal yang mengkhawatirkan ini. Dulu Banda Aceh hanya transit saja, tapi sekarang sudah menjadi salah satu tujuan untuk narkoba ini," kata Hasnanda.

Data itu ia sampaikan saat menjadi narasumber tamu by phone dalam talkshow Radio Serambi FM, Kamis (4/10/2018) pagi.

Terungkap! Tsunami Palu Terjadi 6 Menit Setelah Gempa 7,4 SR Mengguncang Sulawesi Tengah

 Tinggal di Daerah Rawan Bencana, Siapkan Tas Siaga Bencana dengan 9 Barang Pokok Berikut

Kabar Terbaru Gempa dan Tsunami Palu-Donggala: 113 Orang Hilang, 152 Orang Tertimbun

Talkshow tersebut membahas Salam (Editorial) Harian Serambi Indonesia berjudul 'Razia Narkoba di Sekolah Mestinya Rutin Dilakukan'.

Hadir sebagai narasumber internal dalam talkshow bertajuk Cakrawala itu adalah Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali yang dipandu host, Dosi Elfian.

Menurut Hasnanda, narkoba tersebut sudah mengkhawatirkan dan jomblo rentan dengan godaan penyalahgunaan narkoba.

"Ada kasus pengguna narkoba, yaitu kenapa mereka bertahan sampai tidak bunuh diri. Itu karena adanya peran istri atau keluarga yang penting sekali bagi mereka," kata Hasnanda Putra yang ditimpali oleh Host, Dosi Elfian agar para jomblo untuk segera menikah yang kemudian juga dibenarkan oleh Hasnanda.

Jadi Buronan Sejak 2017, Bandar Narkoba Ini Akhirnya Berhasil Ditangkap

Pemakai Narkoba Makin Mengkhawatirkan, BNN Dorong Lahirnya Rumah Rehabilitasi di Banda Aceh

VIDEO - Cerita Seorang Mantan Pecandu yang Kini Mendirikan Rumah Rehabilitasi Narkoba

Dikatakan Hasnanda, memenjarakan pecandu narkoba bukanlah cara yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Tapi para pecandu narkoba ini harus direhabilitasi dengan jangka waktu paling lama enam bulan.

Sementara di Aceh, tempat yang khusus melayani rehabilitasi narkoba belum ada.

Selama ini bagi yang menjalani rehabilitasi bertempat di Rumah Sakit Jiwa Aceh.

"Di Rumah Sakit Jiwa tempatnya dipisah dengan pasien lain tidak digabung, dan antreannya juga panjang karena tempat yang terbatas. Sehingga ada yang membawanya ke tempat-tempat swasta," katanya.(*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved