Partai SIRA Reshuffle Pengurus, Staf Ahli Haji Uma Jabat Sekjend

Sedangkan Nasruddin Abubakar dipercayakan mengisi jabatan sebagai Ketua DPP Bidang Pembangunan, Perekonomian dan Lingkungan Hidup.

Partai SIRA Reshuffle Pengurus, Staf Ahli Haji Uma Jabat Sekjend
ist
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai SIRA Selasa (2/10/2018), melakukan reshuffle pengurus tingkat pusat dan mereposisi beberapa jabatan penting di tubuh DPP partai tersebut. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai SIRA Selasa (2/10/2018), melakukan reshuffle pengurus tingkat pusat dan mereposisi beberapa jabatan penting di tubuh DPP partai tersebut.

Salah satunya jabatan penting yang direshuffle Sekretaris Jenderal (Sekjend) yang sebelumnya dijabat  Nasruddin Abubakar mantan wakil Bupati Aceh Timur periode 2007-2012, dipercayakan kepada Muhammad Daud MSi, staf Haji Uma anggota DPD RI asal Aceh.

Sedangkan Nasruddin Abubakar dipercayakan mengisi jabatan sebagai Ketua DPP Bidang Pembangunan, Perekonomian dan Lingkungan Hidup.

Baca: PPP dan SIRA Aceh Utara Sengketakan Penetapan DCT

Sedangkan Muhammad Daud sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPP Partai SIRA Bidang Kesejahteraan Sosial dan Bencana, sesuai dengan latar belakang pendidikannya di Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. 

Sejak kembalinya partai lokal tua ini sebagai peserta Pemilu 2019, Muhammad Daud termasuk, pengurus yang cukup aktif mulai dari pendaftaran partai sebagai peserta Pemilu sampai dengan suksesnya membawa caleg DPRA dan DPRK Partai SIRA ditetapkan dalam daftar calon tetap. 

Reposisi pengurus DPP partai SIRA adalah untuk merespon kebutuhan kinerja internal partai menghadapi pemilu tahun 2019.

Baca: Panwaslih Abdya Kabulkan Gugatan Partai SIRA, Bacaleg Bertambah

Apalagi beberapa pengurus kebetulan tidak aktif lagi karena berbagai faktor kesibukan lain di luar daerah“ ungkap Ketua Umum DPP Partai SIRA Muhammad Nazar.

Partai SIRA terus menerus melakukan konsolidasi untuk pemenangan terutama penguatan internal sebagai induk mesin politik

“Artinya kami harus memperkuat diri karena pertarungan politik sudah dimulai dan kami ingin memenangkan rakyat dan pembangunan Aceh, bukan sekedar memburu kemenangan suara atau kursi di parlemen lokal seluruh Aceh,” tambah Nazar. (*)   

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved