Dosen Pertanian Unsam Latih Nelayan Cara Pengemasan Kerupuk Ikan

Pengolahan ikan bandang menjadi kerupuk ini, merupakan usaha rintisan yang mulai dikenal dan banyak diminati sebagai lauk oleh masyarakat.

Dosen Pertanian Unsam Latih Nelayan Cara Pengemasan Kerupuk Ikan
ist
‎Dosen Fakultas Pertanian Unsam Langsa berfoto bersama warga pengolah ikan menjadi kerupuk di Kuala Langsa. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA -- Dosen Fakultas Pertanian Universitas Samudra Langsa, Jumat (5/10/2018) melatih masyarakat menerapkann teknologi produksi dan packaging kerupuk ikan Bandang.

Kegiatan ini dikemas dalam pengabdian kepada masyarakat, di Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, dengan ketua tim, Supristiwendi, SP, M.Si, anggota, Boy Riza Juanda, SP, MP dan Ir. Rosmaiti, MP,

Supristiwendi‎, kepada Serambinews.com, mengatakan, kegiatan ini didanai oleh LPPM dan PM Unsam, melalui proposal yang lolos dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2018.

Menurutnya, usaha pengolahan ikan bandeng yang berbentuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) atau industri rumah tangga di kota Langsa belum banyak dijumpai.

Baca: Jadi Makanan Pelengkap, Kerupuk Ternyata Jahat Bagi Tubuh

Industri rumah tangga atau UKM yang menjadi mitra dalam kegiatan Ipteks ini adalah Poklahsar Usaha Bunda, di Dusun Damai Gampong Kuala Langsa, dikelola oleh Ibu Maimunah.

Pengolahan ikan bandang menjadi kerupuk ini, merupakan usaha rintisan yang sejauh ini mulai dikenal dan banyak diminati sebagai lauk makan oleh masyarakat khususnya Langsa.

Karena disamping rasanya enak, kerupuk ikan bandang ini juga harganya lebih murah dan terjangkau, bila dibanding dengan makanan yang lain.

Baca: Kerupuk Boraks Beredar

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, maka pihak industri kecil dituntut untuk meningkatkan kualitas maupun kwantitas hasil usahanya tersebut.

Melalui program usulan kegiatan pengabdian ini dan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilaksanakan, tim pengabdi mencoba menawarkan solusi terhadap permasalahan ini dengan sentuhan ipteks.

Pertama, peningkatan kualitas SDM, pembinaan dan pendampingan untuk melakukan praktek pengolahan kerupuk ikan secara hygienis.

Kedua, memberikan sarana produksi untuk mempermudah pengemasan sehingga kemasan produk terlihat lebih rapi. (*)

Penulis: Zubir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved