Tanggapi Persoalan Kekurangan Pupuk Bersubsidi di Abdya, Ini Permintaan Kadistanbun Aceh

Pupuk yang sulit diperoleh di pasaran atau kios pengecer resmi terutama jenis NPK Phonska dan Urea.

Tanggapi Persoalan Kekurangan Pupuk Bersubsidi di Abdya, Ini Permintaan Kadistanbun Aceh
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim bersama Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan, Wakil Bupati, Muslizar MT melakukan panen benih padi unggul bertabel ungu menggunakan mesin pemotong (combine harvester) yang dikembangkan kelompok penangkar benih dalam acara Temu Lapang Panen Raya Padi MT Gadu 2018 di areal Blang Beuah, Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, Senin (15/10/2018). Tingkat produksi padi berkisar antara 8 sampai 9 ton GKP (gabah kering panen) per hektare. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Setiap musim tanam padi, para petani Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dikeluahkan kekurangan pupuk bersubsidi (NPK Phonska, Urea, SP-36 dan ZA).

Pupuk yang sulit diperoleh di pasaran atau kios pengecer resmi terutama jenis NPK Phonska dan Urea.

Padahal, pupuk jenis itu sangat dibutuhkan para petani untuk pemupukan awal tanaman padi, sehingga petani harus berebut saat pupuk bersubsidi tiba di kios-kios pengecer resmi.  

Persoalan kekurangan pupuk bersubsidi di Kabupaten Abdya yang sangat meresahkan itu ditanggapi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Provinsi Aceh, A Hanan SP MM.

Baca: Setelah Langka Sekitar Tiga Minggu, Petani Abdya Ramai-ramai Beli Pupuk Bersubsidi

Dalam acara Temu Lapang Panen Raya Padi MT Gadu 2018 di areal sawah penangkar benih unggul di Blang Beuah, Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, Senin (15/10/2018), A Hanan mengatakan, kekurangan pupuk berawal dari penyusunan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang tidak sesuai kebutuhan.

Penyuluh pertanian diminta menyusun RDKK bukan saja untuk kebutuhan sektor pertanian, melainkan untuk kebutuhan perkebunan masyarakat dengan luas maksimal 2 ha dan kebutuhan peternakan.  

Penyebab lain dari kelangkaan pupuk bersubsidi dimana kemungkinan besar lolos untuk perkebunan besar yang tidak dibenarkan menggunakan pupuk bersubsidi.

Dalam hal ini, Kadistanbun Aceh, A Hanan minta Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Abdya melakukan penertiban pupuk bersubsidi.

KP3 ini diketuai Sekda dengan anggota antara lain dari unsur kepolisian dan kejaksaan.   

Baca: Alokasi Ditambah 400 Ton, Kebutuhan Pupuk Bersubsidi di Abdya belum Mencukupi

Selanjutnya, mengatasi kelangkaan pupuk juga diminta dinas pertanian atau penyuluh pertanian setempat mengatur kembali alokasi pupuk bersubsidi kecamatan bila terjadi kekurangan di kecamatan lain.

Sedangkan kekurangan pupuk bersubsidi untuk bukan November dan Desember tahun berjalan menjadi urusan provinsi untuk minta tambah ke pemerintah pusat.

Sementara Bupati Abdya, Akmal Ibrahim menyatakan kegembiraannya mendengar penjelasan Kadistanbun Aceh antara lain penjelasan tentang alokasi pupuk bersubsidi per kecamatan bisa dijadwalkan kembali sesuai kebutuhan kecamatan yang lain.

“Selama ini, saya tak tahu, sekarang menjadi tahu,” kata Bupati. (*)      

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved