Polisi Periksa Saksi Ahli Kasus Korupsi Pengadaan Ternak

Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lhokseumawe dilaporkan sudah berada di Medan

Polisi Periksa Saksi Ahli Kasus Korupsi Pengadaan Ternak
SEMBILAN penerima sapi bantuan dari Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe disumpah saat saksi menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Banda Aceh 

* Dilakukan di Medan 

LHOKSEUMAWE - Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lhokseumawe dilaporkan sudah berada di Medan, Sumatera Utara, guna melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi ahli dalam proses pengusutan lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan ternak di Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, dengan sasarannya membedah keterlibatan rekanan. Usai pemeriksaan kedua saksi ahli itu, penyidik akan langsung melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka baru dalam kasus tersebut.

Untuk diketahui, Pemko Lhokseumawe melalui Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) setempat memplot dana sebesar Rp 14,5 miliar dalam APBK tahun 2014 untuk pengadaan ternak berupa lembu. Selanjutnya, lembu tersebut dibagikan kepada puluhan kelompok masyarakat di Kota Lhokseumawe. Namun, pada akhir tahun 2015, pihak kepolisian menemukan adanya indikasi korupsi dalam pengadaan itu, sehingga mulai melakukan penyelidikan. Sehingga ditemukan data adanya dugaan kalau pengadaan sejumlah lembu tersebut adalah fiktif.

Pada pertengahan Juni 2017, penyidik pun meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Selanjutnya, polisi menetapkan tiga tersangka, yakni DH (47) sebagai Pejabat Pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), IM (43) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan MR selaku Kepala DKPP Lhokseumawe. Untuk ketiga tersangka dari unsur Pemko Lhokseumawe itu sekarang sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Sedangkan kerugian negara pada kasus ini sesuai hasil audit BPKP mencapai Rp 8,168 miliar. Namun begitu, meskipun sudah menetapkan tiga tersangka, pengusutan kasus itu belum berakhir. Pasalnya, karena pada Juli 2018, penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe ternyata sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) dengan sasaran rekanan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, sejauh ini memang belum ada rekanan yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun begitu, tegasnya, proses penyidikan dengan sasaran rekanan itu kini terus berlanjut. Bahkan, pihaknya sudah selesai memeriksa sejumlah saksi, baik dari kelompok penerima bantuan, ataupun pihak terkait lainnya, termasuk tiga terdakwa. “Khusus untuk ketiga tersangka, telah kita mintai keterangan beberapa waktu lalu, di LP Lambaro, Banda Aceh,” ujarnya.

Setelah selesai memeriksa ketiga terdakwa, ucap dia, sesuai agenda yang telah disusun pihaknya, maka dilanjutkan dengan pemeriksan saksi ahli. Saksi ahli yang diperiksa, yakni dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Medan, Sumatera Utara, dan saksi ahli pidana dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Untuk pemeriksaan kedua saksi ahli itu, ungkap Iptu Riski, tim Tipikor telah berada di Medan dan mulai melakukan pemeriksaan terhadap kedua saksi tersebut. “Saksi ahli kita mintai keterangan dikarenakan ada rekanan dalam kasus ini meminjamkan perusahaannya kepada pihak lain untuk pengadaan ternak. Sehingga nantinya bisa disimpulkan apakah bisa dijadikan tersangka ataupun tidak,” papar Iptu Riski.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Riski Adrian memaparkan, setelah selesai pemeriksaan kedua saksi ahli, maka penyidik dipastikan akan segera melakukan gelar perkara guna menentukan tersangka baru dalam dugaan korupsi pengadaan ternak tersebut. Mengacu kepada Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) yang dikirimkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, kemungkinan besar tersangka baru itu akan berasal dari kalangan rekanan. “Kapan digelar perkara, nanti akan kita jadwalkan kembali,” demikian Iptu Riski Adrian.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved