Polres Aceh Timur Amankan 5 Tersangka Pelaku Illegal Logging, 10 Ton Kayu Damar Disita

Lima tersangka yang diamankan 4 diantaranya sebagai sopir boat mesin, yakni Miswan, Usman Sahidin, Tiaremi, dan Alamsyah.

Polres Aceh Timur Amankan 5 Tersangka Pelaku Illegal Logging, 10 Ton Kayu Damar Disita
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Kapolres AKBP Wahyu Kuncoro, didampingi Wakapolres Kompol Warosidi, dan Kasat Reskrim AKP Erwin Satrio Wilogo, menggelar konferensi pers terkait penangkapan lima tersangka illegal logging, dengan barang bukti 4 unit boat mesin, dan 10,45 ton kayu jenis damar yang ditangkap di kawasan Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Rabu 10 Oktober 2018. Konferensi pers digelar, Jumat (19/10) sore di Idi Rayeuk. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Sat Reskrim Polres Aceh Timur, telah mengamankan lima tersangka pelaku tindak pidana illegal logging, di Kecamatan Simpang Jernih, Rabu (10/10) sekitar pukul 05.00 WIB.

Lima tersangka yang diamankan 4 diantaranya sebagai sopir boat mesin, yakni Miswan, Usman Sahidin, Tiaremi, dan Alamsyah.

Sedangkan, seorang kernet yakni Muhammad.

“Kelima tersangka ini adalah pekerja. Sedangkan pemodal berinisial N masih DPO. Kelima pelaku ini akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Kapolres AKBP Wahyu Kuncoro, didampingi Wakapolres Kompol Warosidi, dan Kasat Reskrim AKP Erwin Satrio Wilogo, Jumat (19/10/2018) sore di Idi Rayeuk.

Baca: Polres Nagan Limpahkan Kasus Ilegal Logging ke Kejari, Masih Ada Perusak Hutan

Selain lima tersangka, jelas Kapolres, pihaknya juga mengamankan barang bukti boat mesin sebanyak 4 unit, dan kayu jenis dammar berbentuk balok tim sebanyak 84 batang atau 10,45 ton.

Kapolres Aceh Timur, mengatakan penangkapan ini berawal dari informasi yang diperoleh pihaknya terkait adanya aktivitas illegal logging di Kecamatan Simpang Jernih.

“Informasi itu langsung kita tanggapi. Begitu kita tiba di TKP, kita melihat 4 unit boat mesin menarik kayu. Boat tersebut melarikan diri, dan langsung kita kejar dan berhasil diamankan di aliran sungai Aceh Tamiang, di Gampong Sekrak Kanan, Kecamatan Sekrak, Aceh Tamiang. Lalu 4 unit boat, dan lima tersangkanya langsung kita amankan,” jelas AKBP Wahyu Kuncoro.

Kelima tersangka yang menebang kayu di kawasan hutan tanpa izin ini, jelas Kapolres, dijerat Pasal 12 Huruf a,b,c,d, dan e, Jo Pasal 82 Ayat (1) Sub Pasal 83 Ayat (1) Huruf a, dan b, dari UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Kapolres menambakan, para pelaku rencananya membawa kayu ini ke pabrik di Aceh Tamiang untuk diolah. Setelah diolah, rencananya dijual ke Medan.

Baca: Polres Bireuen Tangkap Kayu Illegal Logging

Halaman
12
Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved