Khawatir Anak-anak Jatuh ke Sungai, Warga Ulim Pidie Jaya Blokir Jembatan Bidok

Anak-anak dari Desa Bidok dan sekitarnya yang sekolah ke SD dan SMP Blang Kuta di seberang, untuk sementara terpaksa harus menempuh rute lain.

Khawatir Anak-anak Jatuh ke Sungai, Warga Ulim Pidie Jaya Blokir Jembatan Bidok
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Warga memblokir jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Bidok, Kecamatan Ulim dan Gampong Blang Kuta, Kecamatan Bandardua, Pidie Jaya, sejak Rabu (7/11/2018). 

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Bidok, Kecamatan Ulim dan Gampong Blang Kuta, Kecamatan Bandardua, Pidie Jaya, sejak Rabu (7/11/2018) pagi dipalang oleh warga setempat.

Warga memblokir jembatan tersebut karena salah satu bagian atau oprit jembatan nyaris runtuh.

Menurut warga, jangankan dilintasi kendaraan roda dua atau sepeda motor, berjalan kaku pun terasa ngeri di jembatan itu.

Karena itu, untuk menghindari terjadinya musibah apalagi jembatan ini setiap hari dilalui anak-anak untuk ke sekolah, warga terpaksa menutupnya.

Beberapa warga Desa Bidok menjawab Serambinews.com, Rabu (7/11/2018) siang mengatakan, kondisi jembatan itu sebenarnya sudah lama mengkhawatirkan warga yang melintas.

Dalam sepekan terakhir, kondisinya makin parah. Ujung jembatan nyaris runtuh karena diterjang air akibat hujan deras.

Said Nasir, warga Blang Kuta menambahkan, jembatan gantung sepanjang 60 meter dan lebar 1,5 meter itu tidak bisa lagi dilintasi oleh kendaraan roda dua.

Anak-anak dari Desa Bidok dan sekitarnya yang sekolah ke SD dan SMP Blang Kuta yang berada di seberang untuk sementara terpaksa harus menempuh rute lain meski jauh.

“Ketimbang harus menentang maut, lebih baik diarahkan melalui jalan lain saja,” imbuh Said Nasir.

Jembatan Rampung, Pasar Pangwa Kembali Normal

Dua Perusahaan Tambang Dunia Ini akan Lakukan Pengeboran Minyak di Lepas Pantai Pijay

2.500 Orang Ritual Makan di Laut Jangka Buya, Pidie Jaya, Ada Apa?

Kabid Bina Marga Dinas PU Pidie Jaya, Rizal Fikar membenarkan, jembatan dimaksud kini “sekarat” atau tak bisa lagi dilintasi dengan kendaraan roda dua. Pihaknya, sudah memerintahkan stafnya untuk meninjau ke lapangan.

“Insya Allah jembatan tersebut sesegera mungkin akan diupayakan penanganan sementara. Kami akan segera berkonsultasi dengan pimpinan," katanya.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved