Terungkap Motif Pembunuhan Guru Honorer di Kuta Alam, Banda Aceh

pemburuan terhadap tersangka dilakukan sekitar 27 hari lalu, pascahebohnya kasus pembunuhan tersebut

Terungkap Motif Pembunuhan Guru Honorer di Kuta Alam, Banda Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
Kasat Reskrim AKP M Taufiq bersama anggota tim Satreskrim Polresta menunjukkan RK (28) pembunuh Danil Juliansyah (24) guru honor SDN 53 Banda Aceh, yang ditemukan meninggal dalam kondisi leher tergorok, pada Kamis malam, 11 Oktober 2018 lalu. 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pembunuhan Danil Juliansyah (24) guru honor di SDN 53 Banda Aceh yang ditemukan meninggal dengan kondisi leher tergorok di Alimun Kos Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis malam, 11 Oktober 2018 lalu, dilatarbelakangi utang piutang antara korban dan tersangka RK (28).

Informasi itu diperoleh Serambinews.com, pascapenangkapan tersangka RK yang diringkus tim opsnal Satuan Reskrim Polresta, Banda Aceh, yang dipimpin Kasat Reskrim AKP M Taufiq SIK beranggotakan 13 personel.

Baca: BREAKING NEWS - Pembunuh Guru Honorer di Kuta Alam Diringkus Polisi di Kawasan Gayo Lues

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, mengatakan RK, pembunuh Danil Juliansyah, yang masih tergolong rekan korban itu ditangkap Rabu (7/11/2018) sekitar pukul 09.00 WIB, di Desa Blang Nangka, Kabupaten Gayo Lues, saat tersangka tengah menebang pohon pinus di kawasan itu.

Menurut Kapolresta, pemburuan terhadap tersangka dilakukan sekitar 27 hari lalu, pascahebohnya kasus pembunuhan tersebut.

Penangkapan RK, sang eksekutor itu, juga merupakan akhir dari misteri pembunuhan yang menghilangkan nyawa dari guru honor SDN 53 tersebut di kamar Alimun Kos, 11 Oktober 2018 lalu.

Baca: BREAKING NEWS - Mayat Dengan Luka Sayatan di Kuta Alam, Diduga Warga Ateuk Jawo

"RK, tersangka utama dalam kasus pembunuhan ini, diringkus, setelah sebelumnya personel menangkap lima penampung barang-barang milik korban yang ikut dibawa oleh tersangka saat itu, mulai Hp Xioami, laptop dan sepeda motor Honda Beat BL 5531 JJ milik almarhum," kata Kombes Trisno, kepada Serambinews.com, Kamis (8/11/2018).

Barang-barang milik korban yang dibawa oleh tersangka waktu itu, jatuh ke tangan lima penadah yang seluruhnya telah ditangkap di sejumlah tempat di Sumatera Utara.

"Lima orang penadah barang milik korban itu telah kita amankan. Dari interogasi kita itulah para penampung itu membeberkan di mana tersangka dan kami memperoleh petunjuk awal, sehingga tim pengejaran dibentuk untuk mengintensifkan pengejaran," ungkap Kapolresta.

Baca: BREAKING NEWS - Sesosok Mayat Pria dengan Luka Sayatan di Leher Gemparkan Kuta Alam

Kombes Trisno secara gamblang belum dapat menjelaskan detail apa yang melatarbelakangi pembunuhan itu, karena tersangka RK dalam perjalanan pulang dibawa ke Banda Aceh'>Polresta Banda Aceh.

Namun, sepintas motif pembunuhan itu diduga terkait masalah utang antara korban dengan pelaku RK.

"Nanti setelah tiba di Polresta dan dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka serta para saksi, maka akan jelas apa motifnya dan akan kita gelar konferensi pers," pungkas Kombes Trisno.(*)

Berita selengkapnya baca Harian Serambi Indonesia edisi, Jumat (9/11/2018).

Penulis: Misran Asri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved