Kecanduan Game Online Dapat Rusak Masa depan

Games online yang telah merasuk kalangan anak muda, terutama pelajar dan juga mahasiswa dapat mengancam

Kecanduan Game Online Dapat Rusak Masa depan
SERAMBI/MNUR
DIREKTUR PT Kakatu Bandung, Jawab, Muhammad Nur Awaluddin (tengah) berpose bersama peserta seusai memberikan edukasi tentang game online di aula Bank Indonesia, Banda Aceh pada 28 Oktober 2018 

BANDA ACEH - Games online yang telah merasuk kalangan anak muda, terutama pelajar dan juga mahasiswa dapat mengancam masa depan mereka. Karena waktu tidak lagi penting untuk kegiatan lainnya, kecuali berkutat di depan layar monitor.

Kondisi itu pernah dialami oleh seorang pecandu game online yang akhirnya bertaubat untuk kembali memfokuskan pada pendidikan, yang akhirnya mendapat seabreg penghargaan, baik tingkat nasional maupuan Asia.

Pria itu, Muhammad Nur Awaluddin SKom, Direktur Perusahaan Kakatu, Bandung, Jawa Barat yang bergerak dalam bidang startup menjelaskan secara gamblang mengatasi kecanduan game online.

Dia menyatakan prilaku buruk itu dapat diakhiri dalam sebuah seminar dan kelas edukasi dengan tema “Be A Good Digital Native” di aula Bank Indonesia, Banda Aceh, Minggu (28/10) siang. Peserta yang berjumlah sekitar 40 orang merupakan anak-anak yang masih duduk di kelas V SD atau MIN, serta kelas VII SMP Banda Aceh dan Aceh Besar.

Dia menjelaskan internet seperti hutan belantara, sehingga dapat membahayakan seperti ular, harimau dan binatang buas lainnya, tetapi buah-buahan didekati. Demikian juga dengan program yang ada di jaringan internet, ada yang bermanfaat untuk dipelajari, tetapi ada juga yang harus dijauhi, seperti game online yang dapat membuat seseorang kecanduan.

Muhammad Nur yang akrab disapa dengan panggilan ‘Kak Mumu’ ini mengungkapkan dirinya sempat kencaduan game online, sehingga sekolah sempat terhenti selama dua tahun. Dia menyatakan orang tuanya sempat meminta dirinya untuk berhenti bermain game online di kamar, agar dapat melanjutkan sekolah.

“Saat itu, ibu saya menjadi koki atau mesin laundry dan ayah saya menjadi mesin ATM,” ungkap Kak Mumu ini di hadapan anak-anak. Dia menyatakan sangat menyenangi game online balapan, sehingga membuatnya lupa waktu, termasuk saat disuruh untuk shalat.

Tetapi, katanya, saat dirinya mengalami kecelakaan sepeda motor, barulah menyadari dirinya sebenarnya. Saat itu, katanya, ibunya kena kanker payudara dan akhirnya meninggal dunia pada Mei 2011. “Untuk membebaskan dari kecanduan game, saya bekerja jadi kuli angkut sambil kuliah,” katanya.

Dikatakan, saat di bangku kuliah, bersama-sama temannya mendirikan perusahaan startup, Kakatu dan dirinya sebagai direktur. “Dari situ, kami mulai mendapat juara di bidang teknologi informasi dengan membuat beragam game pendidikan, termasuk aplikasi untuk melindungi anak-anak dari konten pornografi.

Kakatu merupakan aplikasi parental control berbentuk Android Launcher yang memungkinkan orang tua untuk mengelola aplikasi mana yang diperbolehkan untuk diakses oleh anak-anak mereka. Dia menjelaskan anak-anak yang kecanduan game akan mengikis lutein retina mata, sehingga bisa jadi buta.

Selain itu, tidur menjadi tidak teratur, suka ngantuk, ingatan kurang dan pertumbuhan juga kurang, akibat paparan sinar radiasi. Dia menegaskan juga akan dapat merusak otak, bagian paling mulia manusia, beda dengan makhluk hidup lainnya.

Dia mengatakan setiap orang pasti punya cita-cita, sedangkan mahkluk hidup lainnya tidak. Disebutkan, batasan main game maksimal 2 jam, jika ingin mata tetap sehat. Disebutkan, main HP android juga harus seimbang dengan selalu mengingat waktu. “HP dan game seperti dua mata pisau, di tangan yang baik bisa memotong sayur atau buah, tetapi di tangan yang jahat, dapat membunuh,” tamsilnya.

Dia mencontohkan, jika ingin masuk ke YouTube, maka harus kreatif, tidak hanya melihat hasil orang lain, tetapi juga hasil sendiri. Tetapi, yang paling penting, jadilah anak yang saleh dan saleha, tandasnya.(muh)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved