Tim Saber Pungli Selidiki Dugaan Pungli Dana Hibah Untuk Pesantren di Abdya

Modus pemotongan dana bantuan hibah untuk dayah tahun 2018 sebesar Rp 15 juta per dayah dengan alasan uang administrasi

Tim Saber Pungli Selidiki Dugaan Pungli Dana Hibah Untuk Pesantren di Abdya
Antara Aceh
DR TAQWADDIN MS 

Laporan Masrizal I Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasus dugaan pengutipan liar (pungli) oleh oknum pejabat Dinas Pendidikan Dayah Aceh pada beberapa pesantren atau dayah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai diselidiki oleh Tim Saber Pungli Abdya.

Ketua Pokja Pencegahan Saber Pungli Provinsi Aceh, Dr Taqwaddin Husein MM kepada Serambinews.com, Sabtu (17/11/2018) mengatakan saat ini Tim Saber Pungli Abdya yang dipimpin Waka Polres Abdya, Kompol Jatmiko, sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman atas informasi itu.

"Saya kecewa jika tindakan pemotongan dana hibah untuk pesantren itu terbukti," katanya menanggapi isu tentang dugaan praktik pungli dana hibah untuk pesantren yang berkembang dua hari belakangan ini.

Baca: Aktivis Dayah Dorong Pimpinan Dayah di Abdya Laporkan Oknum yang Diduga Potong Dana Bantuan

Sebelumnya, Koordinator Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mengungkapkan adanya dugaan pungli yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

Modus pemotongan dana bantuan hibah untuk dayah tahun 2018 sebesar Rp 15 juta per dayah dengan alasan uang administrasi.

Menurut Askhalani, bantuan hibah yang diterima dayah bervariasi mulai Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.

Baca: Pimpinan Dayah Bantah Ada Kutipan Dana Hibah

Askhalani yang ditanyai Serambinews.com menyatakan, ada 10 dayah di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang menjadi korban pengutipan oknum pejabat dari provinsi.

Taqwaddin berharap agar semua pihak, termasuk LSM GeRAK yang sudah menyampaikan hal ini secara terbuka di depan umum dan juga di depan pimpinan KPK, agar memberikan kepercayaan kepada Saber Pungli Abdya.

"Mari kita tunggu hasil penyelidikan mereka dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Taqwaddin. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved