Luar Negeri

Penggunaan Senjata Kimia hingga Tanggapan Raja Salman, Ini Fakta Baru Pembunuhan Jamal Khashoggi

Akibat pembunuhan ini, secara ekspilisit Raja Salman memuji sistem peradilan penegakan hukum yang sedang dilakukan di negeri itu.

Penggunaan Senjata Kimia hingga Tanggapan Raja Salman, Ini Fakta Baru Pembunuhan Jamal Khashoggi
Massa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018).(AFP / OZAN KOSE) 

SERAMBINEWS.COM - Kasus pembunuhan Jamal Khashoggi masih menjadi perhatian dunia.

Jamal Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober di Konsulat Saudi di Instambul Turki saat hendak mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannnya, Hatice Cengiz.

Akibat pembunuhan ini, secara ekspilisit Raja Salman memuji sistem peradilan penegakan hukum yang sedang dilakukan di negeri itu.

"Kamu memastikan negara ini tak akan melenceng dari penerapan hukum Tuhan tanpa diskriminasi apapun," ujar Raja Salman dilansir Tribunnews.com dari Kompas, Selasa (20/11/2018).

Dia juga memuji Putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) yang dianggap sukses dalam melaksanakan reformasi dibidang ekonomi.

Baca: Manfaat Luar Biasa Kulit Bawang Merah yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Baca: Isu Suap dan Dugaan Pengaturan Skor di Laga Akhir Liga-2, Begini Tanggapan Pencinta Bola di Aceh

Inilah sederet fakta yang timbul terkait kasus kematian Jamal Khashoggi.

1. Mayat Jamal Khashoggi dimutilasi

Dalam keterangan resmi pekan lalu, Saudi menyakatakan tim beranggotakan 15 orang datang ke Istanbul untuk membawa pulang Khashoggi.

Namun karena tidak mau, lima orang menangkapnya, mengikat dan menyuntikkan obat bius dosis tinggi hingga tewas.

Setelah dimutilasi, jasadnya diserahkan ke seorang agen yang sudah menunggu di luar gedung.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved