Gadis Ini Bunuh Kekasih Lalu Memasak Jasadnya untuk Disajikan ke Pekerja
Tak berhenti sampai di situ, daging itu dimasak dan disajikan pada pekerja Pakistan di dekat rumahnya dalam bentuk machboos.
SERAMBINEWS.COM - Seorang wanita asal Maroko telah dituduh atas tindakan keji menghabisi kekasihnya.
Wanita itu kemudian memasak jenazah kekasihanya dan menyajikannya untuk para pekerja di Uni Emirat Arab.
Wanita yang tidak disebutkan namanya itu melakukan pembunuhan di rumahnya di Al Ain.
Hal itu dilakukannya setelah kekasihnya yang telah menjalin hubunganselam 7 tahun dan yang akan dia nikahi berencanca untuk menikahi orang lain.
Baca: Ini Agenda Ustadz Abdul Somad dalam Rangka Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh Selatan
Dilansir dari Daily Mail, Selasa (20/11/2018), petugas mengatakan bahwa wanita itu telah memotong-motong tubuh korbannya.
Lebih lanjut, dia menggunakan blender untuk mencincang sisa-sisanya.
Tak berhenti sampai di situ, daging itu dimasak dan disajikan pada pekerja Pakistan di dekat rumahnya dalam bentuk machboos.
Baca: Seorang Mahasiswi Dilarikan Ke Rumah Sakit, Setelah Makan Mi Instan Selama 3 Minggu Beruntun
Machboos adalah hidangan tradisional Teluk dan daging yang mirip dengan nasi biryani.
Polisi dipanggil setelah pria itu dilaporkan hilang oleh saudaranya.
Polisi pergi ke rumah pasangan itu dengan harapan menemukannya.
Namun, gadis itu mengaku telah mengusir korban dan mengatakan dia tidak tahu di mana keberadaannya.
Baca: Prabowo Sindir Pemerintahan Jokowi Menyerah Pada Asing, Menteri Luhut Tak Terima
Laporan di Maroko kemudian mengutip bahwa polisi telah menemukan gigi manusia di dalam blender wanita itu.
Menurut The National, tes DNA memastikan gigi adalah milik korban dan wanita itu pun kemudian ditangkap.
Dia ditangkap dan dikatakan telah mengaku kepada polisi bahwa dia melakukan pembunuhan itu pada saat 'ketidakwarasan.'
Baca: Ayah Merih Kembali Diminta Menyerahkan Diri, Febri Diansyah: KPK Pasti Menghargai Sikap Kooperatif
Wanita itu mengatakan bahwa perbuatannya adalah sebuah pembalasan dendam.