Opini

Mudarat Merokok bagi Kesehatan

MEMANG luar biasa pengaruh rokok bila dilihat dari apa yang bisa dihasilkan dari sisi ekonomi, pemasukan devisa negara

Mudarat Merokok bagi Kesehatan
GAMBAR BAHAYA MEROKOK

MEMANG luar biasa pengaruh rokok bila dilihat dari apa yang bisa dihasilkan dari sisi ekonomi, pemasukan devisa negara (melalui cukai rokok), hingga ketergantungan pada para konsumen rokok. Mulai dari para petani tembakau, tenaga melinting yang umumnya menyerap tenaga kerja wanita sampai ke tenaga pemasaran, yang secara geografi mencapai wilayah terpencil. Dari pita cukai, mencapai miliaran rupiah per bulan masuk ke kas negara.

Simbiosis mutualisme pun menyebar ke periklanan yang dikelola melalui berbagai media, melalui iklan rokok, dan kampanye langsung melalui hiburan, bahkan yang lebih ironis adalah banyak pertandingan olahraga disponsori oleh pabrik rokok. Tidak jarang dan tidak heran jika dalam arena pertandingan olahraga terdapat kepulan asap rokok. Padahal prinsip dasar olahraga bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat agar memperoleh derajat kesehatan dan kebugaran.

Di sisi lain, dampak dari merokok juga sangat luar biasa terjadi. Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, mulai jantung, hipertensi hingga lemah syahwat. Kita coba melihat apa yang ditulis pada bungkus rokok “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”. Selain itu, secara tegas di salah satu bungkus rokok ditulis “Rokok Membunuhmu”. Peringatan dan tulisan pada kemasan rokok ini, sepertinya tidak menjadikan suatu momok yang menakutkan bagi perokok.

Prevalensi kasus merokok pada remaja usia sekolah atau usia 10-18 tahun mengalami kenaikan menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 tercatat sebesar 9,1%, angka ini meningkat dari Riskesdas 2013 yakni 7,2%. Sehingga oleh Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek berkomentar bahwa pemerintah harus melakukan upaya intervensi untuk mengurangi perilaku tidak sehat pada remaja, seperti konsumsi rokok dan alkohol dengan membuat program pendekatan keluarga dengan memberi edukasi dan mendorong keluarga menjadi sehat.

Kerugian merokok bagi kesehatan antara lain: Pertama, kerusakan saluran pernafasan. Merupakan awal terjadinya penurunan daya tubuh. Racun pada rokok dapat menyebabkan iritasi serta timbulnya lendir pada saluran pernapasan yang merupakan peluang terjadinya infeksi pada tenggorokan hingga paru. Infeksi juga dapat menjadi lebih rentan karena asap rokok merusak silia, rambut kecil pada saluran pernapasan yang berfungsi menangkap debu. Semakin banyak paparan asap rokok, maka akan semakin besar risiko infeksi tersebut menjadi lebih serius dan menyebabkan kerusakan rongga udara pada paru.

Kedua, memicu kondisi autoimun. Kandungan racun karsinogen dan tar menyebabkan tubuh menjadi kurang efektif melawan infeksi. Sistem imun yang melemah juga berbahaya karena dapat memicu penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan multiple sclerosis. Ketiga, menghambat aliran darah. Hal ini merupakan efek dari nikotin sehingga memicu darah menjadi lebih kental dan menyebabkan nutrisi, mineral dan oksigen yang disebarkan melalui darah menjadi lebih sedikit. Akibatnya pada perokok, peradangan pada bagian luar maupun organ dalam tubuh mengalami perbaikan yang lebih lama.

Keempat, mengurangi jumlah antibodi. Hal ini adalah efek racun dari rokok yang telah memasuki aliran darah. Antibodi itu sendiri merupakan protein darah yang berperan dalam mengurangi jumlah agen infeksi spesifik pada tubuh. Akibatnya perokok akan mengalami masa penyembuhan yang lebih lama dari biasanya. Kelima, mengurangi kadar antioksidan. Senyawa antioksidan seperti yang berasal dari vitamin C dalam darah berfungsi untuk menangkal radikal bebas dan memperbaiki kerusakan organ. Perokok pada umumnya memiliki kadar antioksidan lebih sedikit dibandingkan pada individu yang tidak merokok.

Keenam, meningkatkan sel darah putih. Sama seperti antibodi, sel darah putih juga berfungsi untuk melawan infeksi. Namun pada perokok, inflamasi dan kerusakan yang terus terjadi menyebabkan kadar sel darah putih terus berada dalam jumlah yang tinggi. Akibatnya, sel darah putih akan menjadi kurang responsif terhadap agen penyakit dan jika terjadi dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan perkembangan kanker.

Upaya pencegahan
Peringatan-peringatan atau tulisan pada kemasan rokok, hanyalah sebuah kalimat dan selogan yang kurang berarti bagi penikmat rokok. Padahal sudah tertera dalam kemasan bungkus rokok bahaya dan penyakit yang ditimbulkan pada bahaya merokok. Seolah-olah perokok menutup mata atas bahaya yang ditimbulkan oleh rokok tersebut. Untuk mengurangi perokok yang ada di Indonesia, khususnya di Aceh sangat berat dan susah, apalagi untuk menghilangkan rokok juga hal yang mustahil atau hal tidak mungkin. Sebab seorang pecandu rokok lebih berat meninggalkan sebatang rokok dibandingkan meninggalkan harta benda atau sekalipun kehilangan orang yang dicintainya. Selain itu, pajak yang dikeluarkan perusahaan rokok untuk negara cukup besar. Dengan cara apa pun untuk menghilangkan atau mengurangi rokok adalah langkah yang menurut hemat saya perlu ditempuh, sungguh pun hasilnya tidak signifikan. Namun upaya-upaya kampanye pencegahannya perlu dilakukan untuk menghalangi, mengurangi dan bahkan menghilangkan kebiasaan merokok.

Kita tentunya sudah mengetahui, adanya tulisan-tulisan dilarang merokok ditempat-tempat umum seperti perkantoran, sekolah, terminal, pasar, jalan-jalan umum atau tempat yang lainnya. Tulisan-tulisan tersebut sepertinya belum sangat signifikan untuk didengar dan dihayati akan bahayanya oleh perokok.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved