Petani Sawit Abdya tak Lagi Memanen TBS, Pendapatan Nyaris Habis untuk Biaya Pekerja

Terpuruknya harga TBS (tandas buah segar) kelapa sawit selama delapan bulan terakhir semakin membuat kewalahan petani di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Petani Sawit Abdya tak Lagi Memanen TBS, Pendapatan Nyaris Habis untuk Biaya Pekerja
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
ILUSTRASI -- Wakil Ketua DPD I Golkar Aceh, Suprijal Yusuf SH sedang melihat rumpukan TBS Kelapa Sawit di kawasan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (26/6/2018). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Terpuruknya harga TBS (tandas buah segar) kelapa sawit selama delapan bulan terakhir semakin membuat kewalahan petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Sebagian areal kebun sawit rakyat setempat, dilaporkan tidak dipanen lagi.

Kondisi memprihatinkan itu merupakan ekses dari tidak membaik harga TBS kelapa sawit di tingkat petani yang sudah berlangunug lama.

Ubat, salah seorang petani di Babahrot kepada Serambinews.com, Senin (3/12/2018) menjelaskan, areal kebun sawit yang tidak dipanen pemiliknya itu terutama kebun di lokasi medan yang berat.

Petani memilih tidak memanen yang biasanya dilakukan secara rutin setiap 15 atau 18 hari sekali karena kusulitan biaya pekerja/ongkos panen.

Ongkos panen berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per ton TBS, sedang harga TBS sawit berkisar antara Rp 720 sampai Rp 750 per kilogram (kg).

Baca: Harga Sawit Anjlok, Mahasiswa Subulussalam Demo Ke Kantor Gubernur Aceh, Ini Tuntutannya

“Separuh harga TBS terserap untuk ongkos panen, kemudian ditambah pengeluaran pembersihan dan pemupukan sehingga hasil yang diperoleh nyaris tidak tersisa lagi,” kata Ubat.

Karenanya, sebagian petani memutuskan tak lagi memanen TBS sawit, terutama kebun di lokasi yang sulit dijangkau karena perlu biaya tambahan untuk mengeluarkan TBS dari areal kebun sampai titik lokasi jalan yang bisa dijangkau angkutan.

“Sebagian besar kebun sawit rakyat sekarang ini dalam kondisi terlantar atau tak terawat karena kesulitan biaya untuk untuk perwatan,” kata petani lainnya.

Halaman
12
Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved