Opini

Tol Aceh untuk Siapa?

JALAN tol sebagai satu program pembangunan unggulan pemerintah telah terbukti mempunyai dampak yang sangat besar

Tol Aceh untuk Siapa?
SERAMBINEWS.COM/KOLASE SERAMBINEWS.COM
Jalan tol Sigli-Banda Aceh dalam visual 

Oleh Muammar

JALAN tol sebagai satu program pembangunan unggulan pemerintah telah terbukti mempunyai dampak yang sangat besar terhadap perekonomian. Tidak terkecuali jalan tol Trans Sumatera yang membentang dari Lampung sampai Aceh yang akan menggantikan jalur nasional.

Harus diakui, keberadaan jalur nasional selama ini yang menjadi tempat usaha dan sumber pendapatan bagi ratusan ribu masyarakat yang hidup di sepanjang jalur nasional. Dengan dibangunnya jalan tol Trans Sumatera, bagaimana dengan ribuan nasib usaha mikro kecil di sepanjang jalur nasional tersebut?

Pembangunan jalan tol akan mempermudah dan mempercepat distribusi dan peredaran modal, sehingga akan menumbuhkan perekonomian di daerah. Pembangunan jalan raya yang masif selama empat tahun terakhir ini, dilakukan untuk menutup ketimpangan antardaerah di Sumatera dengan pulau Jawa dan pendapatan masyarakat. Keberhasilan program pemerintah ini dapat dilihat dari penurunan indek gini ratio dari 0.393 pada Maret 2017 menjadi 0.389 pada Maret 2018. Itu artinya, angka penurunan indek gini ratio turun 0.004 per Maret 2017 hingga Maret 2018.

Angka-angka ekonomi di atas memang menunjukan perbaikan dan keberhasilan. Namun, bagaimana imbas pembangunan jalan tol bagi perekonomian masyarakat, terutama bagi para pedagang kecil dan pelaku usaha di sepanjang jalur lintas nasional Sumatera tersebut? Mereka yang selama ini diuntungkan oleh pengguna jalan raya akan ditinggalkan, karena pengendara beralih ke jalan tol. Sehingga dengan tidak langsung akan mengakibatkan turunnya pendapatan hingga berakhir dengan tutupnya usaha.

Perhatian khusus
Hal tersebut harus menjadi perhatian khusus pemerintah, jika tujuan utama dari pembangunan insfratruktur salah satunya adalah pemerataan ekonomi. Jangan sampai pembangunan jalan tol hanya menguntungkan pihak swasta yang mempunyai modal besar tanpa menyentuh ekonomi rakyat.

Keberadaan jalan tol tidak hanya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat kelas menengah ke atas saja. Namun juga harus mampu memberdayakan masyarakat kelas ekonomi ke bawah, terlebih mereka yang selama ini menggantungkan hidupnya dengan usaha kecil di pinggiran jalur nasional Sumatera.

Seharusnya pemerintah berkaca pada efek pembangunan jalan tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi di Jawa Barat yang keberadaannya telah menyebabkan banyak mematikan sentra ekonomi rakyat. Hal ini dikarenakan masyarakat lebih banyak memilih jalan tol dari pada menggunakan jalur lama.

Jika tol di jawa barat saja telah banyak mematikan sentra ekonomi rakyat, bagaimana dengan tol trans sumatera yang membentang sepanjang pulau sumatera dan membelah banyak kabupaten kota di pulau sumatera? Tentu hal ini akan berimpas kepada ribuan usaha mikro kecil yang terpinggirkan karena pengguna jalan nasional lebih memilih jalan tol demi kenyamanan dan efektivitas waktunya. Khusus untuk usaha rakyat yang bergerak di penyedia makan minum, penjual oleh-oleh khas dan penyedia jasa dan penginapan akan berkurang omsetnya. Hal ini menimbulkan kerugian pada kelompok pelaku usaha mikro. Padahal kita semua tahu bahwasanya usaha kecil mikro inilah yang banyak menopang kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia.

Pemerintah seharusnya memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan usaha kecil mikro di sepanjang jalan tol membentang. Jangan sampai usaha kecil mengalami kebangkrutan sehingga hal tersebut akan berakibat meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved