Mengenang 14 Tahun Tsunami Aceh, 240 Ribu Jiwa Melayang,Truk Serta Helikopter Jadi Saksi Bisu

Museum ini dibangun pada tahun 2006 di atas lahan seluas 10.000 persegi yang terletak di ibukota provinsi Aceh, yakni Banda Aceh.

Mengenang 14 Tahun Tsunami Aceh, 240 Ribu Jiwa Melayang,Truk Serta Helikopter Jadi Saksi Bisu
Kolase Kompas.com dan Instagram/museumtsunamiofficial
Mengenang Tsunami Aceh 2004, Sebanyak 240 Ribu Jiwa Melayang,Truk Serta Helikopter Jadi Saksi Bisu 

Laporan wartawan Grid.ID, Puput Akad

SERAMBINEWS.COM - Tsunami Aceh yang terjadi 14 tahun lalu, tepatnya pada 26 Desember 2004 masih dikenang oleh warga Aceh melalui sejumlah museum yang dibangun pemerintah Aceh.

Terdapat sejumlah museum yang khusus dibangun untuk mengenang kedahsyatan tsunami Aceh sekaligus menghormati para korban yang meninggal, di antaranya Museum Tsunami Aceh.

Berlokasi di Banda Aceh, Museum Tsunami Aceh menyimpan sejumlah saksi bisu dahsyatnya tsunami Aceh, seperti bangkai truk hingga helikopter yang terseret gelombang laut.

Mengutip situs kemdikbud.go.id, Museum Tsunami Aceh dibangun atas kerja sama Pemkot Banda Aceh dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Baca: Mengenang 14 Tahun Tsunami Aceh, Warga Berdoa di Kuburan Massal Siron

Baca: Saat Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883: Warga Menyambutnya dengan Perayaan

Baca: Ribuan Masyarakat Aceh Jaya Hadiri Peringatan 14 Tahun Bencana Tsunami di Aceh

Tujuan utama pembangunan museum seluas 2.500 m persegi ini tentu saja untuk mengenang peristiwa tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu yang disebut-sebut menelan korban lebih kurang 240,000.

Museum ini dibangun pada tahun 2006 di atas lahan seluas 10.000 persegi yang terletak di ibukota provinsi Aceh, yakni Banda Aceh.

Berdasarkan laman Wikipedia, Museum Tsunami Aceh dirancang oleh Ridwan Kamil sebelum ia menjadi gubernur Jawa Barat.

Berikut sejumlah potret bukti dahsyatnya tsunami Aceh yang tersimpan rapi di Museum Tsunami Aceh seperti dihimpun Grid.ID dari Instagram.

Museum tsunami Aceh memiliki desain bangunan yang unik, yakni atapnya membentuk gelombang laut apabila dilihat dari ketinggian.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved