Prabowo Minta Didoakan Ulama Aceh

Calon Presiden (Capres) RI nomor urut 02, Prabowo Subianto, melakukan silaturahmi dengan ulama-ulama Aceh

Prabowo Minta  Didoakan Ulama Aceh
SERAMBINEWS.COM/HARI MAHARDIKA
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menerima sumbangan dana dari santri Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif, Desa Lam Ateuk, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Rabu (26/12/2018). 

* Sebut Ayahnya Sangat Dekat dengan Aceh

BANDA ACEH - Calon Presiden (Capres) RI nomor urut 02, Prabowo Subianto, melakukan silaturahmi dengan ulama-ulama Aceh di Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif, Desa Lam Ateuk, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Rabu (26/12). Dalam pertemuan itu, Prabowo minta didoakan para ulama Aceh agar hajatannya tercapai.

Silaturahmi itu dilakukan setelah Prabowo menghadiri acara peringatan 14 tahun bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Kegiatan itu diadakan oleh Komite Pemenangan Aceh (KPA) Prabowo-Sandi di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Lampulo, Kota Banda Aceh.

Sebelumnya, Prabowo bersama rombongan juga berziarah ke kuburan massal di Desa Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar dan meresmikan Kantor Komite Pemenangan Aceh Prabowo-Sandi yang dipimpin Saifuddin Yahya SE alias Pak Cek di Desa Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kunjungan pasangan Cawapres RI, Sandiaga Uno ke Aceh kali ini bukan dalam rangka safari politik, melainkan untuk memenuhi undangan Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem menghadiri acara puncak peringatan tsunami Aceh. Prabowo juga sadar bahwa dirinya tak bisa berkampanye karena belum saatnya.

“Terima kasih atas dukungan kepada saya walaupun saya resminya di tempat seperti ini tidak boleh minta dukungan, belum boleh, karena ini ketentuan dari KPU. Jadi, saya tidak minta dukungan dari Saudara sekalian, tapi berharap dukungan dari Saudara sekalian. Kalau berharap kan boleh, tidak dilarang,” katanya dalam sambutan yang disambut tawa para santri.

Prabowo kemudian melanjutkan kalimatnya, “Berharap dan mohon doanya, apalagi mohon doa ke ulama. Jadi, saya tidak berani minta dukungan ke ulama karena ulama itu guru. Guru pasti akan memilih yang terbaik bagi murid-muridnya. Jadi, saya percaya ulama dan para guru akan memilih yang terbaik.”

Ulama yang hadir dalam acara kemarin, antara lain, Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau akrab disapa Tu Sop, Abu Kuta Krueng, Tgk H Muhammad Ali (Abu Paya Pasi), Waled Marhaban Bakongan, Abu Mustafa Puteh, Abu Mukhtar Lembah Seulawah, dan Tgk Bulqaini Tanjungan, serta ulama lainnya.

Dalam pertemuan itu, Prabowo yang juga Ketua Umum Gerindra banyak berbicara mengenai kekayaan alam Indonesia yang dijarah pihak lain. Bahkan dia juga membagi-bagikan buku yang ditulisnya berjudul Paradoks Indonesia (Negara Kaya Raya, Tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin. Buku itu ditulis berdasarkan pandangan strategis Prabowo.

“Ternyata kekayaan kita diambil dan tidak tinggal di bumi kita. Sekarang kita menjadi penonton di rumah kita sendiri. Mencari pekerjaan sulit. Bagaimana tidak harga-harga naik, karena kita tidak menguasai sendiri kekayaan kita. Jadi, kita tidak bisa menggunakan kekayaan kita untuk kepentingan kita sendiri,” tukasnya.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved