Kepsek di Pidie Jaya Tolak Ikut Uji Kompetensi Ulang, Ini Alasannya

Para kepala SD dan SMP di Pidie Jaya, menolak mengikuti ulang uji kompetensi sebagaimana permintaan Kadis Pendidikan setempat.

Kepsek di Pidie Jaya Tolak Ikut Uji Kompetensi Ulang, Ini Alasannya
Foto kiriman warga
Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Saiful Rasyid memberi pengarahan kepada 62 Guru Bimbingan Khusus (GBK), Sabtu (14/4/2018). 

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Para kepala Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD/SMP) di Pidie Jaya, menolak mengikuti ulang uji kompetensi sebagaimana permintaan Kadis Pendidikan setempat kepada mereka.

Alasannya, uji kompetensi bagi kepala sekolah (Kepsek) memang sudah dilakukan beberapa tahun silam, atau sebelum mereka diangkat menjadi kepsek. “Jadi untuk apa uji kompetensi itu kembali dilakukan,”  tanya seorang kepala sekolah yang minta tak ditulis namanya, Minggu (20/1/2019).

Mereka menilai, kebijakan itu hanya mengedepankan kemauan kepala dinas yang ingin mencari popularitas semata.

Apalagi, persyaratan yang harus dilampirkan pada uji kompetensi ulang itu, lebih dari dua puluh item. “Kami keberatan dan menolak sepenuhnya kebijakan Kadisdik Pijay menyangkut uji kompetensi ini,” kata seorang Kepala SMPN di Bandardua yang minta namanya tak ditulis.

Atas persoalan ini, puluhan Kepsek SD dan SMP lainnya juga sudah menemui Bupati Pijay, H Aiyub Abbas pada Jumat (18/1/2019) pagi.

Baca: Pemkab Pidie Jaya Evaluasi Tenaga Harian Lepas, Ini Berkas yang Harus Dilengkapi

Baca: 73 Orang Tewas Akibat Mengumpulkan Bensin Dari Pipa Minyak Ilegal yang Dibocorkan Penyelundup

Baca: Sulit Dapat Kamar, Pasien IGD di RS Teungku Chik Ditiro Sigli Harus Antre

Mereka meminta agar kebijakan tersebut ditiadakan saja karena dianggap hal yang mengada-ngada.  “Saya sudah tanyakan ke beberapa kepsek di kabupaten Bireuen dan Pidie. Tak ada yang namanya uji kompetensi ulang untuk kepsek,” kata Drs Fazlullah, Kepsek SMPN Blang Kuta Bandardua.

Kepsek SDN Jiem-jiem, Kecamatan Bandarbaru yang diminta tanggapan terkait dengan hal tersebut juga dengan tegas mengatakan, ia bersama  puluhan Kepsek SD di wilayah barat Pijay tidak akan mengikuti uji kompetensi ulang ini.

“Apapun resikonya akan kami tanggung. Mau kembali jadi guru biasa, terserah kadis. Yang jelas kami menolak untuk mengikuti ulang uji kompetensi, katanya.

Kadisdik Pijay, Saiful Rasyid MPD hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi Serambinews.com karena  HP-nya tidak aktif.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved