Buat Laporan Palsu, Pekerja di Toko Bangunan Ditahan di Polsek Ulee Kareng

MRM (24) pria asal Beureunuen, Pidie, harus berusaha dengan hukum setelah membuat laporan palsu ke Polsek Ulee Kareng, Banda Aceh.

Buat Laporan Palsu, Pekerja di Toko Bangunan Ditahan di Polsek Ulee Kareng
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
MRM (24) pria asal Beureunuen,Pidie, ditahan setelah membuat laporan palsu ke Polsek Ulee Kareng, Banda Aceh. 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - MRM (24) pria asal Beureunuen, Pidie, harus berusaha dengan hukum setelah membuat laporan palsu ke Polsek Ulee Kareng, Banda Aceh.

Pasalnya, dalam laporan yang diadukan MRM ke polisi, tersangka mengaku tas miliknya yang berisi uang tagihan milik tokonya, CV Cahaya Warna Agroasri, Rp 7 juta hilang dicuri, saat dirinya masuk ke WC Masjid Baitussalihin Ulee Kareng, Rabu (16/1/2019) lalu.

Ternyata setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, termasuk turun ke lokasi kejadian, petugas mendapati sejumlah kejanggalan tentang pelaporan pelaku yang menyebutkan kehilangan tas berisi uang Rp 7 juta milik perusahaannya.

Baca: Dilaporkan Hilang di Instagram Polsek Ulee Kareng, Balita ini Akhirnya Ketemu Orang Tua

Baca: Kapolsek Ulee Lheu Dapat Satya Lencana 16 Tahun

Baca: Ekatari Yulianti Tewas Tergantung di Sel Mapolsek Ulee Kareng

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kapolsek Ulee Kareng, AKP Mawardi SE MM, mengatakan setelah petugas menerima laporan kehilangan dari tersangka MRM, pihaknya tidak lantas mempercayai kebenaran itu mentah-mentah.

Tapi, petugas bersama pelaku turun langsung ke lokasi.

"Pada saat kami bersama tersangka menuju lokasi, ke kompleks Masjid Baitussalihin Ulee Kareng, kami mendapati ada kejanggalan. Tapi, pada waktu itu kita tidak langsung menuduh tersangka, tapi kami pikir biarlah penyelidikan kami lakukan terlebih dahulu untuk menguatkan kecurigaan itu," kata AKP Mawardi kepada Serambinews.com, Selasa (22/1/2019).

Setelah dilakukan penyelidikan secara intensif, kecurigaan semakin kuat kepada MRM.

"Hal yang mendasari kecurigaan kita. Pertama Hp MRM sering tidak aktif. Kalau pun aktif tidak mau diangkat. Lalu, dia mengaku pulang ke kampungnya di Pidie karena sakit, ternyata dia tidak pulang. Ternyata selama dua hari dia tidur di rumah temannya di Darul Imarah. Lalu, ada beberapa hal lain yang membuktikan pelaporan pelaku itu palsu," pungkas Kapolsek Ulee Kareng.

Untuk saat ini, tersangka bersama barang bukti (BB) berupa faktu (bon) tagihan milik CV Cahaya Warna Agroasri beserta sepeda motor dan Hp milik pelaku ikut diamankan oleh petugas. (*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved