Pengawas Sekolah Mengaku Ada Puluhan Siswa SMP di Pidie yang tak Bisa Membaca

Sejumlah pengawas sekolah di Pidie membenarkan fakta adanya siswa SD dan SMP yang belum bisa membaca.

Pengawas Sekolah Mengaku Ada Puluhan Siswa SMP di Pidie yang tak Bisa Membaca
Serambinews.com
Pertemuan pengawas SD dan SMP di gedung DRPK Pidie, Kamis (31/1/2019). 

Laporan  Nur Nihayati | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Terkait temuan adanya murid kelas VI SD dan siswa SMP yang tak bisa membaca, Komisi E bidang Pendidikan DPRK Pidie memanggil 22 tenaga pengawas SD dan 9 pengawas SMP ke gedung dewan setempat, Kamis (31/1/2019).

Pertemuan itu dipimpin Khairil Syahrial MAP, Ketua Komisi E DPRK Pidie, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pidie H Idhami SSos, Asisten II Setdakab Pidie H Maddan MSi.

Dalam pertemuan itu, sejumlah pengawas sekolah membenarkan fakta adanya siswa SD dan SMP yang belum bisa membaca.

Sabaruddin, seorang pengawas SMP  mengatakan, ia mencatat ada 39 anak SMP di wilayah tugasnya yang tak lancar membaca.

"Di SMP, ada budaya lama dimana anak harus naik kelas meski belum lancar membaca. Di wilayah tugas saya, ada 39 siswa SMP yang tidak bisa membaca," kata Sabaruddin.

Baca: Tiga Anggota Dewan Pidie Kecewa, Ada Siswa SMP tak Bisa Membaca

Baca: Pemerintah Klaim Buta Aksara di Aceh 1,75 Persen Lagi, Dua Tahun Lalu Angkanya Juga Sama

Ketua Komisi E DPRK Pidie, Khairil Syahrial menyimpulkan ada tiga faktor penyebab anak tidak bisa membaca. Pertama peran orang tua kurang, pemerataan guru yang bermasalah, dan faktor lingkungan.(*)

Penulis: Nur Nihayati
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved