Unsyiah Tuan Rumah MTQMN

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional

Unsyiah Tuan Rumah MTQMN
SERAMBI/M ANSHAR
WAKIL Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Alfiansyah Yulianur bersama panitia Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Mahasiswa Nasional (MTQMN) Unsyiah 2019 berbincang dengan Pemimpin Perusahaan Harian Serambi Indonesia, Mohd Din di Kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang Pa, Lambaro, Aceh Besar, Kamis (31/1). 

* Berlangsung 28 Juli-4 Agustus 2019

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke-16 Tahun 2019. Penunjukan Unsyiah sebagai penyelenggara even dua tahunan itu tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tanggal 17 Januari 2019 yang ditandatangani Direktur Kemahasiswaan, Didin Wahidin.

“Surat dari Kemenristekdikti itu baru kami terima beberapa hari lalu,” ujar Ketua Umum MTQMN Ke-16, Dr Ir Alfiansyah Yulianur BC, dalam pertemuan saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Serambi Indonesia di Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (31/1) pagi. Kedatangan tim panitia MTQMN tersebut disambut Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din, Manajer Cetak Komersil, Firdaus D, Manajer Produksi, Jamaluddin, dan sejumlah wartawan.

Pada kesempatan itu Alfiansyah yang juga Wakil Rektor III Unsyiah turut didampingi tim panitia MTQMN lainnya yaitu Drs M Nasir Ibrahim (Wakil Ketua Umum II), Nashrillah Anis SE MM (Wakil Ketua Umum IV), Dr drh Razali MSi (Sekretaris Umum), Dr Zulkarnain Jalil MSi (Koordinator Humas/Publikasi), dan Fathurrahmi SSi MSi (Ketua Kafilah Unsyiah untuk MTQMN Ke-16).

Alfiansyah menjelaskan, MTQMN yang berlangsung 28 Juli-4 Agustus 2019 tersebut akan mengambil lokasi di Kampus Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh. Musabaqah yang memperlombakan 15 cabang tersebut, lanjutnya, diperkirakan diikuti 2.500 peserta dari 200 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. “Mahasiswa UIN juga kita undang. Pembukaannya kita rencanakan pada Minggu (28/7) malam Lapangan Tugu Darussalam,” kata Alfiansyah.

Pada kesempatan itu, Alfiansyah juga menjelaskan jalan berliku Unsyiah hingga terpilih sebagai tuan rumah musabaqah tersebut. “Pada saat MTQMN Ke-15 di Malang, Jawa Timur, tahun 2017 lalu, ada lima kampus yang mengajukan diri sebagai calon tuan rumah MTQMN tahun 2019. Kelima universitas itu adalah Unsyiah, Universitas Palangkaraya Kalimantan Tengah, Universitas Hasanuddin Sulawesi Selatan, Universitas Patimura Ambon, dan Universitas Bangka Belitung,” rincinya.

Lalu, sambung Alfiansyah, pada rembug nasional tahun 2018 di Papua, pihaknya melakukan pendekatan dan meminta empat universitas lain untuk tidak lagi mengajukan diri sebagai calon tuan rumah. “Alhamdulillah, usaha kita ternyata berhasil yang ditandai dengan keluarnya surat Kemenristekdikti tentang penunjukan Unsyiah sebagai tuan rumah MTQMN Ke-16 Tahun 2019,” ungkap Alfiansyah.

Pada bagian lain, Ketua Umum Musabaqah Tilatawil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke-16, Dr Ir Alfiansyah Yulianur BC, mengatakan, pihaknya menanggung tempat penginapan, konsumsi, dan transportasi lokal bagi seluruh peserta ditambah dua ofisial dari masing-masing kafilah atau perguruan tinggi.

Dikatakan, peserta akan diinapkan di asrama mahasiswa Unsyiah yang berkapasitas sekitar 3.500 orang. “Nanti, dari asrama ke tempat lomba akan kita sediakan shuttle bus,” ujarnya. Sementara bagi perguruan tinggi yang membawa ofisial lebih dari dua orang, sambung Alfiansyah, biayanya ditanggung sendiri oleh kampus bersangkutan.

Selain memperlombakan 15 cabang, menurut Alfiansyah, MTQMN nanti juga akan diisi dengan expo dan bazar yang dikoordinir oleh Darma Wanita Unsyiah, lomba, pementasan, dan berbagai kegiatan lainnya. “Yang jelas, di Lapangan Tugu sebagai arena utama selalu ada kegiatan,” katanya. Bahkan, tambah Alfiansyah, pihaknya berencana untuk melibatkan semua peserta dalam pembacaan Asmaul Husna guna memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Mengingat kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut berlevel nasional, Alfiansyah berharap dukungan dan kerja sama dari semua pihak terkait. Harapannya, MTQMN kali ini akan berjalan lancar serta Unsyiah bisa menjadi tuan rumah yang baik dan bisa menjadi contoh bagi kampus-kampus lain di masa mendatang. “Agar dalam penilaian lebih netral, dewan hakim dalam MTQMN nanti semuanya berasal dari LPTQ nasional dan tidak ada dewan hakim lokal,” demikian Alfiansyah.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved