Pemerintah Anggarkan Rp 4,3 M

Pemerintah pada tahun 2019 ini menganggarkan dana sebesar Rp 4,3 miliar untuk melanjutkan pekerjaan Jalan Malikul Saleh

Pemerintah Anggarkan Rp 4,3 M
Dok. warga
Sedan terperosok ke dalam lubang yang tidak dipasang rambu di Jalan Malikul Saleh, Banda Aceh, yang tengah dilebarkan, Minggu (4/11/2018). 

* Untuk Jalan Malikul Saleh

BANDA ACEH - Pemerintah pada tahun 2019 ini menganggarkan dana sebesar Rp 4,3 miliar untuk melanjutkan pekerjaan Jalan Malikul Saleh di Lhong Raya yang merupakan akses utama ke Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh. Anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tersebut diperuntukkan bagi lanjutan pembangunan jalan, median, serta drainase di sejumlah titik.

Demikian diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, Jumat (1/2). Meskipun sejumlah infrastruktur jalan ditargetkan selesai tahun ini, namun tak ada dana ganti rugi persil tanah warga yang belum bebas dalam anggaran Rp 4,3 miliar tersebut. “Berdasarkan informasi yang saya terima, anggaran tersebut tidak termasuk ganti rugi tiga persil tanah warga yang tersisa,” ujarnya.

Hal itu menurutnya bisa dimengerti, mengingat anggaran untuk ganti rugi sejumlah tanah warga pada tahun 2018 tak bisa dieksekusi karena tak ada titik temu. “Faktor lainnya yang menyebabkan tidak bisa dieksekusi tahun lalu karena lelang proyek molor. Biasanya kalau sudah dianggarkan tahun lalu tapi tidak terpakai, maka akan sulit menganggarkannya kembali tahun ini,” jelas Irwansyah.

Disebutkan, tiga persil tanah yang belum bebas itu berada di simpang lampu merah Lhong Raya, di samping Masjid Lhong Raya, serta di samping Mandiri Swalayan. Ketiga persil sudah dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), namun belum ada kesepakatan terkait harga tanah. “Kami sudah mediasi dengan pemilik tanah, tapi mereka belum bisa menerima perhitungan dari KJPP. Saya berharap Wali Kota bisa turun mencarikan solusi demi kebaikan bersama,” harapnya.

Khusus persil di Samping Mandiri Swalayan atau di seberang Pelor Kupi, Irwansyah berharap pembangunan drainase tetap bisa dilanjutkan hingga sebatas tanah yang belum bebas. Sebab menurutnya, drainase itu sangat dibutuhkan masyarakat di belakang toko tersebut karena sering tergenang banjir. “Masyarakat di situ selalu mendapat air genangan dari jalan karena drainase selama ini belum berfungsi,” kata dia.(fit)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved