Izin Galian C Harus Selektif

Aktivitas galian C di sejumlah titik dalam Kemukiman Lamleuot, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar

Izin Galian C Harus Selektif
IST
SULAIMAN, Ketua DPRK Aceh Besar

JANTHO - Aktivitas galian C di sejumlah titik dalam Kemukiman Lamleuot, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, seperti di Siron Blang dan Siron Krueng berdampak buruk dan sudah menimbulkan kerusakan. Kerusakan itu mulai dari kebun warga yang ambruk tergerus abrasi, sampai infrastruktur jalan gampong yang amblas dan berlubang hingga dua jembatan gantung di kawasan itu.

Dampak yang kini dirasakan adalah seratusan anak terancam tak bersekolah, karena jembatan gantung yang selama ini menjadi akses mereka menuju ke sekolah putus disapu banjir, akhir 2018 lalu. Kini para pelajar praktis hanya mengandalkan perahu untuk menyeberang ke sekolah. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar sedang mengupayakan bus sekolah untuk mengangkut seratusan pelajar itu.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman SE yang dihubungi Serambi, Minggu (3/2) mengungkapkan keprihatinannya. Dia berharap Pemerintah Aceh melalui dinas terkait agar selektif dalam memberikan izin usaha penambangan galian C. Karena jika tidak, kerusakan demi kerusakan akan terus terjadi. “Kalau sudah begini, bukan saja Pemkab Aceh Besar yang dirugikan, masyarakat sekitar juga merasakan langsung dampaknya,” ujarnya.

Selektif di sini, kata Sulaiman, tidak saja pilih-pilih, tapi juga harus dilakukan peninjauan lokasi. Termasuk melakukan kajian seberapa besar keuntungan yang didapat daerah hingga dampak ke masyarakatnya serta segi penambahan untuk PAD. “Kalau ternyata lebih besar mudharatnya jangan berikan izin,” tegasnya. “Kita berharap kerusakan yang telah ditimbulkan selama ini, dapat menjadi perhatian serius dari pemerintah provinsi,” tambah Sulaiman.

Untuk mengatasi kerusakan semakin parah, Ketua DPRK Aceh Besar itu menyarankan Pemerintah Aceh agar membangun tanggul dan mengurangi aktivitas galian C di kawasan itu, “Seperti yang kami sampaikan, kalau memang mudharatnya lebih besar, sebaiknya tidak dikeluarkan izin. Kalau pun dikeluarkan, tolong dilakukan secara selektif supaya kerusakan lingkungan itu tidak semakin parah,” pungkas Sulaiman.

Sebelumnya, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengungkapkan, kerusakan jembatan gantung di Gampong Siron Blang dan Siron Krueng serta rusaknya sejumlah infrastruktur, disebabkan aktivitas galian C yang terjadi di dua gampong itu. Mawardi saat itu berjanji akan menertibkan aktifitas galian C di kawasan tersebut.

Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman juga menjelaskan, pada APBK 2019 Aceh Besar, tidak dianggarkan diplotkan dana pembangunan dua jembatan gantung yang putus akibat disapu banjir. Hal itu juga pernah disampaikan Bupati Mawardi Ali, beberapa waktu lalu.

“Pengesahan anggaran sudah dilakukan, dan sudah ketuk palu. Kita harapkan bisa dianggarakan tahun depan. Kita juga berharap pembangunan dua jembatan gantung itu bisa dilakukan Pemerintah Aceh. Karena, kita lihat pemberian izin untuk galian C itu domainnya provinsi melalui instansi terkaitnya. Mungkin jembatan itu bisa dibangun dengan dianggarkan dana tanggap darurat,” tutup Sulaiman SE.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved