Petisi Tolak Kriminalisasi Irwandi

Tujuh Bulan Pasca OTT KPK di Aceh, Muncul Petisi Rakyat Aceh Tolak Kriminalisasi Irwandi Yusuf

Di tengah sidang yang sedang berlangsung itu, tiba-tiba muncul 'Petisi Rakyat Aceh Tolak Kriminalisasi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf'.

Tujuh Bulan Pasca OTT KPK di Aceh, Muncul Petisi Rakyat Aceh Tolak Kriminalisasi Irwandi Yusuf
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (17/12/2018). 

Di tengah sidang yang sedang berlangsung itu, tiba-tiba muncul 'Petisi Rakyat Aceh Tolak Kriminalisasi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf'. Petisi tersebut dibuat oleh Yazir Akramullah, Rabu (6/2/2019) pukul 00.00 WIB.

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sidang perkara dugaan suap yang menjerat Gubenur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf, hingga kini masih belum selesai.

Puluhan saksi sudah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan.

Di tengah sidang yang sedang berlangsung itu, tiba-tiba muncul 'Petisi Rakyat Aceh Tolak Kriminalisasi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf'.

Petisi tersebut dibuat oleh Yazir Akramullah, Rabu (6/2/2019) pukul 00.00 WIB.

Pantauan Serambinews.com di laman Change.org, selama 23 jam sejak dibuat, petisi tersebut telah mendapatkan 700-an lebih pendukung.

Petisi itu juga banyak dishare melalui media sosial dan layanan berbagai pesan WhatsApp.

Baca: Tricks Hilangkan Status Sedang Mengetik atau Typing di WhatsApp, Begini Caranya!

Baca: Isi Pesan Whatsapp yang Sudah Dihapus Bikin Penasaran? Ikuti 4 Langkah ini untuk Mengetahuinya

Baca: WhatsApp Kini Ada Fitur Baru, Bisa Dikunci Pakai Wajah dan Sidik Jari, Begini Caranya!

Petisi itu juga ditujukan kepada Presiden RI, Joko Widodo, ketua dan para wakil ketua DPR RI, serta Komisi Yudisial.

Dalam petisinya, Yazir Akramullah menulis bahwa pihaknya melihat adanya upaya-upaya tertentu yang dilakukan pihak-pihak tertentu dalam kasus yang menimpa Irwandi Yusuf, sebagai bentuk sebuah skenario khusus untuk Aceh.

Halaman
12
Penulis: Yocerizal
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved