Masyarakat Abdya Diminta Waspada Peredaran Makanan Ilegal

Asisten II Setdakab Aceh Barat Daya (Abdya) Salman Alfarisi ST meminta masyarakat waspada dalam mengkonsumsi obat dan makanan.

Masyarakat Abdya Diminta Waspada Peredaran Makanan Ilegal
SERAMBI/MAHYADI
Petugas dari BB POM Aceh, melakukan pemeriksaan makanan dan jajanan yang dijual di dekat sekolah SDN 3 dan SDN 10 Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (19/9). 

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Asisten II Setdakab Aceh Barat Daya (Abdya) Salman Alfarisi ST meminta masyarakat waspada dalam mengkonsumsi obat dan makanan.

Pasalnya, saat ini dengan zaman yang serba praktis dan modern banyak makanan dan obat yang belum sesuai standar atau ilegal.

Hal tersebut disampaikan Salman Alfarisi saat membuka acara Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada Masyarakat tentang Bahan Berbahaya dan Kemasan Pangan yang digelar oleh BBPOM dan anggota DPR-RI Komisi IX Khaidir Abdurraman, Kamis (7/2/2019) di arena motel. 

Baca: Sampel Makanan tak Ada, Rumah Sakit Kesulitan Ungkap Penyebab Keracunan 28 Warga Rinti, Pidie

"Harus kita sadari bersama bahwa peredaran obat dan makanan ilegal, kini semakin marak seiring dengan perkembangan perdagangan dunia yang didukung kemudahan akses informasi dan pemasaran," kata Salman Alfarisi ST.

Menurutnya, dengan kondisi zaman yang semakin maju, menuntut semua pihak untuk selalu waspada dan teliti terhadap peredaran obat dan makanan ilegal serta berbahaya bagi kesehatan.

Baca: Hati-hati Makan Makanan Sisa Kemarin, Mahasiswa Ini Tewas Setelah Makan Sisa Spageti

Terlebih, sambungnya, pada zaman yang modern ini, banyak beredar makanan cepat saji yang dengan mudah dikonsumsi masyarakat tanpa memperhatikan kemasan yang baik, label yang tertera, izin edar dan tanggal kadaluarsa,

"Akibatnya, banyak penyakit yang kemudian ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan yang tidak sehat," sebutnya.

Salman mengungkapkan tidak sesikit kasus, bahwa masih ditemukan peredaran produk obat dan makanan yang mengandung bahan berbahaya di tengah masyarakat.

Bahkan, lanjutnya, tidak sedikit yang menjadi korban dari produk obat dan makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut.

Baca: Bahan Makanan untuk Atasi Keracunan, Mulai Air Kelapa hingga Sup Ayam

"Jadi, masyarakat perlu mengetahui cara memilih produk obat dan makanan yang aman, bermutu dan bermanfaat," sebutnya.

Salman berharap dengan kegiatan itu masyarakat baik produsen maupun konsumen untuk bersama-sama peduli dan waspada terhadap penggunaan bahan berbahaya dan pangan yang aman.

"Kami berharap kedepan akan tercipta masyarakat yang kritis, dalam mengkonsumsi obat dan makanan yang mengandung bahan berbahaya, sehingga mampu melindungi kesehatan dirinya sendiri dan keluarganya," pungkasnya. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved