Makam Tokoh Islam Tertua Sudah Didaftarkan

Batu nisam pada makam tokoh Islam di Desa Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara

Makam Tokoh Islam Tertua Sudah Didaftarkan
IST
WARGA memperhatikan makam tokoh islam tertua di Asia Tenggara yang berada di Desa Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, dibongkar oleh orang yang belum diketahui identitasnya, Selasa (29/ 

LHOKSUKON – Batu nisam pada makam tokoh Islam di Desa Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara yang sempat dibongkar orang tak dikenal, lebih tua dari Kerajaan Samudera Pasai sudah pernah didaftarkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) pada 2017. Makam yang disebut-sebut dengan sebutan lokal milik Raja Amad itu diperkirakan pada abad Ke-13. Bahkan, makam itu sudah pernah diregistrasi ke cagar budaya nasional pada 2017.

Diberitakan sebelumnya, Makam Raja Amad tokoh Islam tertua di Asia Tenggara di Desa Leubok Tuwe, Senin (28/1) sore ditemukan warga sudah dibongkar OTK. Berdasarkan hasil penelitian tim Center of Information for Samudra Pasai Heritage (Cisah), pada nisam bersurat (berinskripsi) wafat pada tahun 622 H/1226 M.

“Berdasarkan hasil observsai kami, makam tersebut sudah kita daftarkan tahun 2017 ke Cagar Budaya Nasional. Sekarang status makam tersebut dilindungi undang-undang karena sudah masuk dalam sistem registrasi,” ujar Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh, Andi Irfan Syam kepada Serambi kemarin.

Tim BPCB Aceh didampingi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara turun ke lapangan pada Sabtu (1/2), setelah mendapat informasi makam tersebut sudah dibongkar OTK, Senin (28/1). Setelah registrasi, untuk proses selanjutnya makam tersebut akan dikaji, lalu ditetapkan, kemudian pencatatan dan terakhir diperingkatkan.

Meskipun masih objek yang diduga cagar budaya kata Andi, tapi makam itu harus diperlakukan seperti cagar budaya yang sudah ditetapkan. “Berdasarkan data arkelogis yang ditemukan di lapangan, ada peninggalan berupa sepasang nisan kuno, prototype batu Aceh, tipe pasai, jadi lebih tua dari Makam Sultan (Kerajaan Samudera Pasai,” ujar Andi.

Hal tersebut, katanya, terlihat dari bentuk, ornamen, inkripsi dan ini memiliki potensi cagar budaya lebih tinggi. Selain itu, sebelumnya sudah pelestarian karena sudah dipagari dan sudah ada bangunan. “Bahkan tahun ini sudah disertifikasi oleh pemerintah setempat,” pungkasnya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved