Serba-Serbi Soal Aman Tidaknya Deodoran dan Antiperspiran Untuk Atasi Bau Badan

Perlu dicatat bahwa antiperspiran selalu mengandung aluminium, sedangkan deodoran cenderung memiliki wewangian dan agen antibakteri.

Serba-Serbi Soal Aman Tidaknya Deodoran dan Antiperspiran Untuk Atasi Bau Badan
Shutterstock
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Apa yang Anda gunakan? Apakah lebih suka menggulung, atau menggunakan semprotan, deodoran dan antiperspiran adalah bagian yang sangat kita perlukan dalam rutinitas kebersihan kita.

Tetapi, jika masalah kesehatan membuat kita harus memikirkan kembali penggunaan produk-produk ini, berikut ini yang perlu kita ketahui.

Apakah perbedaan antara antiperspiran dan deodoran?

Sederhananya, deodoran tidak melindungi kita dari keringat.

Baca: Sopir L-300 Diduga Sengaja Tabrak Pengendara Sepmor

Alih-alih, ia menutupi bau badan dengan menargetkan bakteri pada kulit kita.

Sementara itu, antiperspiran sebenarnya menghambat kelenjar keringat di kulit kita, sehingga mengurangi keringat.

Perlu dicatat bahwa antiperspiran selalu mengandung aluminium, sedangkan deodoran cenderung memiliki wewangian dan agen antibakteri.

Baca: Smartphone dengan Radiasi Tertinggi, Ponsel Xiaomi Mi A1 Duduki Posisi Teratas

“Deodoran kadang-kadang mengandung antiseptik seperti benzalkonium klorida, triclosan, dan produk ammonium,” jelas Dr. Rodney Sinclair, dokter kulit dari Australia, kepada Huffington Post.

“Tetapi banyak dari antiseptik ini sering dinonaktifkan, ketika mereka mengenai kulit.”

Tetapi beberapa orang dengan kulit sensitif mungkin rentan terhadap ruam, gatal, dan iritasi, karena ketiak adalah daerah yang sensitif.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved