KIP Diminta Coret Caleg DPRA Dapil 8

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh dalam sidang putusannya, Rabu (13/2), meminta Komisi Independen Pemilihan

KIP Diminta Coret Caleg DPRA Dapil 8
MUNAWAR SYAH

* Sidang Putusan Panwaslih Aceh
* Karena tak Mundur dari MPU Galus

BLANGKEJEREN - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh dalam sidang putusannya, Rabu (13/2), meminta Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh agar mencoret nama Tgk Ahmad Zaini dari daftar Calon Legislatif (Caleg) DPRA.

Tgk Ahmad Zaini merupakan caleg yang diusung Partai Daerah Aceh (PDA). Warga Blangkejeren ini maju melalui Daerah Pemilihan (Dapil) 8, meliputi Kabupaten Gayo Lues (Galus) dan Aceh Tenggara (Agara).

Ketua Panwaslih Galus, Sulaiman, mengatakan, sidang dilaksanakan di Banda Aceh. “Karena Caleg DPRA dari Dapil 8 itu berada di bawah dua wilayah kabupaten, yakni Galus dan Agara, sehingga kasus itu dilimpahkan ke Panwaslih Aceh,” katanya.

Dia mengatakan, dalam sidang tersebut Tgk Ahmad Zaini terbukti telah melakukan pelanggaran administrasi, sehingga Panwaslih meminta KIP untuk mencoret namanya.

Tgk Ahmad Zaini dianggap melakukan pelanggaran administrasi karena saat mendaftar sebagai caleg, ia tidak mengundurkan diri dari jabatannya di lembaga Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Galus. “Pada saat ini pun yang bersangkutan masih tercatat aktif di MPU Galus,” ungkap Sulaiman.

Selain kasus pelanggaran yang dilakukan Tgk Ahmad Zaini, pihaknya juga mengaku sedang menangani beberapa kasus pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh caleg DPRK Galus. “Caleg DPRK itu juga terancam dicoret sebagai peserta Pemilu,” ungkap Ketua Panwaslih Galus ini.

Sementara itu, Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Munawar Syah yang dikonfirmasi Serambi tadi malam mengaku belum menerima putusan tersebut. Munawarsyah tak menampik, Caleg DPRA dari PDA di dapil 8 bernama Tgk Ahmad Zaini itu sempat menjadi temuan pelanggaran administrasi oleh Panwaslih setempat.

“Memang kami belum terima putusan, tetapi ada informasi yang bersangkutan melanggar administrasi karena tidak mundur dari jabatan, entah wakil ketua MPU entah anggota MPU, saya tidak terlalu ingat,” kata Munawarsyah.

Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Munawar Syah, mengatakan, beberapa waktu lalu pihak Panwaslih Gayo Lues sempat meminta informasi kepada KIP Aceh terkait caleg DPRA yang diusung PDA tersebut.

“Mereka minta formulir riwayat hidupnya, formulir BB-1,” ungkap Munawar Syah kepada Serambi, Rabu (13/2).

Bagaimana kelanjutan penanganan yang dilakukan Panwaslih, pihaknya mengaku belum mengetahui, karena belum menerima hasil putusan sidang Panwaslih. Meski demikian, pihaknya memastikan siap menjalankan apapun putusan Panwaslih.

“Kita siap menjalankan putusan, kita lihat nanti perintahnya seperti apa,” demikian Munawar Syah. (c40/dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved