Krisis Solar di SPDN Ujong Serangga Berlanjut, Pertamina belum Tambah Kuota

Krisis solar bersubsidi di SPDN Ujong Serangga (Abdya) yang dikeluhkan nelayan sejak tahun lalu, belum teratasi hingga kini.

Krisis Solar di SPDN Ujong Serangga Berlanjut, Pertamina belum Tambah Kuota
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Ratusan jeriken antre di SPDN (Solar Paket Dialer untuk Nelayan) Koperasi Perikanan Rehabilitation and Empowerment of South West Coast of Aceh (Koperkan REFCA) Ujong Serangga, Minggu (30/9/2018). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Krisis solar bersubsidi di SPDN (Solar Paket Dealer untuk Nelayan) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya) yang dikeluhkan nelayan sejak tahun lalu, belum teratasi hingga kini.

Kuota solar yang diberikan Pertamina hanya mampu bertahan sekitar 19 hari di setiap bulannya. Selanjutnya, stok solar kosong di SPDN tersebut sampai memasuki awal bulan. 

SPDN Ujong Serangga yang dikelola Koperasi Perikanan Rehabilitation and Empowermant of South West Coast of Aceh (Koperkan REFCA) seharusnya mampu melayani kebutuhan solar untuk 140 boat ukuran di bawah 30 GT (gross tonnage) yang berasal dari Kecamatan Susoh, Tangan-Tangan, Setia dan Manggeng.

Pengelola SPDN Koperkan REFCA Ujong Serangga, Ermisal, Jumat (15/2/2019) menjelaskan, kuota solar yang diberikan Pertamina sebanyak 80 ton (5 mobil tanki) per bulan tidak mampu melayani kebutuhan solar boat ikan di bawah 30 GT se-Kabupaten Abdya, yang berjumlah sekitar 140 unit.

Ermisal  menjelaskan, idealnya Pertamina memberikan kuota solar sebanyak 160 ton (10 mobil tangki) per bulan kepada SPDN Ujong Serangga, Susoh.

Bila kuota solar ditambah menjadi 160 ton solar per bulan, diyakini mampu melayani kebutuhan sekitar 140 unit boat ikan ukuran di bawah 30 GT se-Kabupaten Abdya.

Usulan penambahan kouta solar untuk  SPDN Ujong Serangga, menurut Ermisal pernah disampaikan langsung kepada salah seorang pejabat Pertamina ketika meninjau lokasi di Ujong Serangga pada 30 September 2018 lalu. Tapi, tidak ada tindaklanjutnya hingga saat ini.

Belakangan, pihak Pertamina meminta rekomendasi dari DKP Abdya sebagai salah satu persyaratan usulan penambahan kuota solar untuk SPDN Ujong Serangga.

Rekomendasi yang diminta pihak Pertamina berisikan data jumlah boat ikan 30 GT ke bawah dan jumlah kebutuhan solar per bulan.  

“Kita sudah dua kali menanyakan rekom tersebut kepada  DKP Abdya, tapi masih saja dalam proses,” ungkap Ermisal.

Baca: Solar Subsidi Sulit Didapat, Sejumlah Nelayan di Meulaboh tak Melaut

Baca: 50% Tanaman Pala Abdya Mati Diserang Hama

Baca: Harga BBM Terbaru Hari Ini Setelah Pertamina Turunkan Bervariasi, Harga Pertalite Tetap

Baca: Pertamina Aceh Surati 9 DKP

Sementara Kepala DKP Abdya, Asnir Agus SPi dihubungi Serambinews.com mengaku sudah dua kali berkoordinasi dengan Pertamina.

Menurut Asnir Agus, penambahan kuota untuk SPDN Ujong Serangga belum diproses karena masih ada persyaratan yang harus dilengkapi.

“Persyaratan dimaksud sedang dilengkapi, kemudian segera diserahkan kepada Pertamina sebagai bahan pertimbangan untuk penambahan kuota solar SPDN Ujong Serangga, yang memang sangat mendesak,” ujarnya.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved