KPA Pidie Akan Tertibkan Baliho Jokowi

Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pidie telah menyiapkan tim untuk melakukan penertiban pemasangan logo Partai Aceh

KPA Pidie Akan Tertibkan Baliho Jokowi
IST
BAKHTIR MADON, Ketua KPA Wilayah Pidie

* Yang Memakai Logo Partai Aceh

SIGLI - Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pidie telah menyiapkan tim untuk melakukan penertiban pemasangan logo Partai Aceh (PA) pada baliho pasangan calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Makruf Amin. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi dari Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf alias Mualem.

“Saya selaku pimpinan KPA Wilayah Pidie telah membentuk tim untuk menertibkan seluruh atribut yang memakai logo PA pada alat peraga kampaye pasangan Jakowi-Ma’aruf,” sebut Ketua KPA Wilayah Pidie, Bakhtir Madon kepada Serambi, Rabu (20/2).

Dia mengaku, penertiban ini berdasarkan intruksi Mualem bahwa PA hanya mendukung pasangan presiden nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Karena itu, logo PA hanya bisa digunakan pada baliho Prabowo-Sandiaga Uno.

Untuk melakukan penertiban ini, KPA Pidie dia katakan telah membentuk tim di 23 Sagoe atau Kecamatan. Meski demikian, pihak sagoe dalam melakukan penertiban tentu tetap melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat dalam tim sukses Jokowi-Makruf Amin.

“Hal ini dilakukan mengingat kondisi politik, baik ditingkat nasional maupun daerah yang sedang menghangat,” ucapnya.

Selain itu, meski dari kalangan petinggi DPP PA ada terjadi perbedaan dukungan. Namun Bakhtir Madon memastikan semua elit DPP PA tetap solid mendukung Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno. “Prabowo dan Sandiaga Uno lebih tepat memimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPA PA, Muzakir Manaf alias Mualem menegaskan bahwa logo PA hanya boleh digunakan pada baliho Prabowo-Sandiaga, capres/cawapres nomor 02 yang didukung oleh PA di Aceh. Mualem bahkan meminta kepada para pihak yang telah menggunakan logo PA pada baliho capres/cawapres selain Prabowo-Sandiaga agar segera menertibkannya.

Hal itu ditegaskan Mualem, karena hingga saat ini, PA secara partai dan komando hanya mendukung capres/cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga. ”Saya meminta kepada pihak mana pun yang telah telanjur memasang logo Partai Aceh di alat peraga kampanye kandidat calon presiden lainnya agar dapat segera menertibkannya,” tegas Mualem dalam keterangannya kepada Serambi di Banda Aceh, Senin (18/2).

Seperti diketahui, dua elite PA, yakni antara Mualem dan Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak yang juga Sekretaris DPA PA, berbeda pilihan atau dukungan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. Mualem dan Partai Aceh setia pada Prabowo-Sandi, sedangkan Abu Razak secara pribadi mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Perbedaan sikap kedua tokoh eks GAM ini cukup mengejutkan karena selama ini PA dikenal solid dan tak ada “khilafiah” dalam dukungannya terhadap calon yang dijagokan. Abu Razak sendiri secara terang-terangan telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi, bahkan beberapa waktu lalu bersama beberapa pimpinan partai nasional juga diundang ke Istana Bogor oleh Jokowi.

Menyusul adanya perbedaan dukungan ini, logo PA yang khas berwarna merah dengan garis hitam putih terlihat menghiasi baliho kedua pasangan capres/cawapres di Aceh. Pantauan Serambi, logo PA tak hanya digunakan pada baliho capres/cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi—yang memang secara partai telah memberikan dukungannya—tapi juga terlihat pada baliho capres/cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved