Waspadai Angin Puting Beliung

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar, mengingatkan masyarakat

Waspadai Angin Puting Beliung
ZAKARIA AHMAD, Kasi Data dan Informasi BMKG Bandara SIM

* Cuaca Masuki Masa Peralihan

BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar, mengingatkan masyarakat Aceh untuk mewaspadai angin puting beliung yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi cuaca di Aceh saat ini yang memasuki masa peralihan ke musim kemarau, meningkatkan potensi puting beliung dan angin kencang yang dapat terjadi pada siang hingga sore hari.

Pada masa ini, pagi hari akan terasa lebih panas dan gerah karena tak ada angin. Menjelang siang, awan-awan konvektif akan bertumbuh dengan cepat akibat penguapan air laut, sungai, atau danau. Naiknya suhu udara di suatu tempat menyebabkan tekanan udara di daerah itu menurun, sehingga massa udara dari wilayah sekitarnya akan bergerak cepat ke wilayah tersebut dan berujung dengan munculnya puting beliung.

Hal itu diungkapkan Kasi Data dan Informasi BMKG Bandara SIM Blangbintang, Zakaria Ahmad SE kepada Serambi, Rabu (20/2). Dikatakan, awan konvektif atau cumulonimbus (Cb) berwarna hitam gelap dan menjulang tinggi menyerupai bunga kol. “Masyarakat yang melihat tanda-tanda ini di wilayahnya patut waspada, karena biasanya akan muncul angin puting beliung atau angin kencang. Cari tempat aman seperti di dalam rumah,” ujarnya. Disebutkan, kondisi cuaca seperti ini melanda sebagian Aceh dan diprediksi hingga awal April 2019.

Zakaria menjelaskan, angin puting beliung memiliki ciri khas yaitu pusaran yang tampak seperti awan berekor. Biasanya angin ini terjadi di lapangan terbuka dan datar, atau bisa juga terjadi di laut yang dikenal dengan istilah waterspout (belalai air). “Meskipun durasinya hanya 5 sampai 10 menit, puting beliung memiliki daya rusak yang sangat kuat. Angin ini bisa menerbangkan atap dan merusak apa pun di sekitarnya,” kata dia.

Di awal tahun 2019 ini, lanjutnya, puting beliung sudah dua kali melanda Bener Meriah dan satu kali di Aceh Besar. Meskipun kadang kala puting beliung tidak menyentuh tanah, namun angin tersebut tetap berbahaya. “Memang terkadang angin ini tidak merusak permukiman, karena tak sampai ke tanah, tapi akan berbahaya bagi penerbangan,” jelas Zakaria.

Kasi Data dan Informasi BMKG Bandara SIM Blangbintang, Zakaria Ahmad mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak baik saat ini. Karena cuaca yang cepat berubah ini juga dapat memicu kilat dan petir. “Jangan berlindung di bawah pohon tunggal di tengah lapangan. Karena petir akan menyambar benda yang menjulang tinggi dan kita juga akan ikut tersambar,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak berteduh di bawah tower, baliho, dan jangan menyentuh pagar besi karena bersifat konduktor. “Walaupun petir menyambar di ujung pagar misalnya, kita juga akan ikut terkena karena listrik akan merambat sangat cepat di pagar besi,” demikian Zakaria.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved