Proyek DOKA Agara Harus Dievaluasi

Proyek infrastruktur di Aceh Tenggara (Agara), terutama yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018

Proyek DOKA Agara Harus Dievaluasi
SERAMBINEWS.COM/IST
Inilah Saluran Irigasi Amblas Puluhan meter Semadam Awal Kecamatan Semadam, Agara. 

* Puluhan Meter Saluran Irigasi Amblas
* LSM Desak DPRA bentuk Pansus

KUTACANE - Proyek infrastruktur di Aceh Tenggara (Agara), terutama yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018, disinyalir banyak bermasalah. Karena itu, DPRA diminta membentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengevaluasi pekerjaan seluruh proyek-proyek DOKA tersebut.

Salah satu proyek DOKA 2018 adalah pembangunan saluran irigasi di Desa Semadam Awal, Kecamatan Semadam. Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Agara menemukan bahwa irigasi tersebut sudah rusak. Sekitar puluhan meter dinding irigasi amblas, patah dan retak-retak. Padahal baru saja selesai dibangun.

Salah seorang petani di desa tersebut, Irfan, mengatakan, saluran irigasi ini sudah beberapa bulan lalu amblas, tapi belum diperbaiki oleh pihak kontraktor. Ia mengharapkan agar saluran irigasi tersebut bisa secepatnya diperbaiki. “Saluran irigasi ini harus diperbaiki. Kita khawatir kalau tidak diperbaiki, kerusakannya akan semakin parah. Apabila hujan, air bisa meluap bisa mengenangi sawah,” kata Irfan belum lama ini.

Bupati LIRA Agara, M Saleh Selian, menduga, rusaknya saluran irigasi tersebut karena kualitas pekerjaannya yang tidak bagus. Pondasi dinding saluran tergerus air hingga mengakibatkan patahnya dinding saluran irigasi. “Kita minta Direskrimsus Polda Aceh maupun Kejati Aceh agar mengusut kasus ini, karena dana yang dialokasikan mencapai miliaran rupiah,” pinta M Saleh Selian.

Menurut Bupati LIRA Agara ini, pengawasan proyek DOKA di Agara memang sangat lemah. Hal itu terjadi tidak hanya di Dinas Pengairan Aceh, tetapi juga Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Peternakan, Disperindag, Dinas Perikanan, dan DLHK Aceh, termasuk juga dinas-dinas di Pemkab Agara yang menggunakan dana DOKA.

Oleh karena itu ia mendesak DPRA menurunkan tim Pansus untuk mengecek dan mengevaluasi proyek-proyek DOKA di Agara. “Harus dilakukan pengecekan untuk melihat kondisi proyek, apalagi ada yang dikerjakan tidak selesai tepat waktu sehingga menambah waktu pekerjaan,” timpalnya.

Temuan tim Pansus DPRA ini selanjutnya dapat dijadikan rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. “Jika perlu, bila ditemukan adanya indikasi kerugian negara yang cukup besar, langsung laporkan ke Tipikor Mabes Polri atau KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Ini sangat penting untuk menyelamatkan uang rakyat dan pembangunan di daerah,” pungkasnya.

Aanggota DPRA, Yahdi Hasan, menyanggupi permintaan dari Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Agara yang meminta agar DPRA menurunkan tim Pansus. Yahdi mengatakan pihaknya akan turun dalam waktu dekat ini.

“Dalam waktu dekat ini kita mau turun ke lapangan untuk mengecek seluruh proyek DOKA Aceh,” kata politisi Partai Aceh ini kepada Serambi.

Sebenarnya, lanjut Yahdi Hasan, pihaknya siap kapanpun turun ke Agara. Saat ini pihaknya sedang menunggu perintah dari pimpinan DPRA, apalagi ia juga telah menerima informasi tentang proyek saluran irigasi yang ambruk di Semadam. “Selain proyek itu, kita juga akan cek proyek lainnya,” tambahnya.

Ia pun mengharapkan kepada masyarakat Agara, jika menemukan ada proyek bermasalah agar melaporkannya kepada DPRA. “Mari sama-sama kita mengawasi pembangunan,” ajak Yahdi Hasan yang juga putra Agara ini.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved