191 Ton Pupuk Bersubsidi Disalurkan di Abdya, Tiga Kecamatan Masih Kosong
Pupuk bersubsidi yang disalurkan sebanyak 191 ton itu terdiri dari 90 ton NPK Phonska, 36 ton SP-36, 48 ton ZA dan 17 ton Organik.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Yusmadi
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - PT Pertani (Persero) selaku distributor pupuk bersubsidi menyalurkan 191 ton pupuk jenis NPK Ponska, ZA, SP-36 dan Organik ke kios pengecer resmi di enam kecamatan di Kabuopaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (27/2/2019).
Hal itu dilakukan dalam upaya untuk mengatasi peristiwa kelangkaan pupuk bersubsidi yang dilaporkan terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Abdya selama tiga pekan terakhir atau sejak pekan pertama Februari ini.
Pupuk bersubsidi yang disalurkan sebanyak 191 ton itu terdiri dari 90 ton NPK Phonska, 36 ton SP-36, 48 ton ZA dan 17 ton Organik.
Empat jenis pupuk tersebut diangkut dari Gudang Penyangga Lini III PT Petro Kimia Gresik (PKG) di Gampong Keude Paya, Blangpidie menuju kios pengecer di enam kecamatan, yaitu Blangpidie, Susoh, Jeumpa, Kuala Batee, Babahrot dan Tangan-Tangan.
Pengangkutan pupuk bersubsidi itu disaksikan Kepala Gudang Penyangga Lini III PT PKG di Blangpidie, Syahidin, Kepala PT Pertani Perwakilan Abdya, Safrizal dan Pengawas Lapangan PT PKG, Rizwan.
Baca: Petani Abdya Kecewa, Stok Pupuk Bersubsidi NPK Ponskha dan SP-36 Kosong di Kios Pengecer
Baca: Dua Tersangka Pupuk ke Jaksa
Baca: Mana Pengawas, Pupuk Bersubsidi Kok Langka?
Baca: Pupuk Bersubsidi ‘Menghilang’
“Penyaluran pupuk bersubsidi sebanyak 191 ton ini untuk mengatasi kelangkaan pupuk di enam kecamatan,” kata Kepala PT Pertani Perwakilan Abdya, Safrizal kepada Serambinews.com, Rabu.
Penyaluran dilakukan setelah PT PKG selaku produsen menerbitkan nomor SO (sales order), kemudian distributor PT Pertani mengeluarkan surat perintah angkut pupuk dari Gudang Penyanggga Lini III PT PKG di Blangpidie menuju kios pengecer resmi di enam kecamatan.
“Jumlah pupuk bersubsidi yang kita salurkan ini setelah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya,” ungkap Safrizal.
Setelah berkoordinasi dengan Distanpan Abdya, penyaluran pupuk bersusidi dilakukan dengan berpedoman pada alokasi bulanan per kecamatan, tidak bisa dipaksakan karena dikhawatirkan ke depan akan terjadi kekosongan stok.
Malahan, pupuk bersubsidi disalurkan tersebut sudah dilakukan realokasi bulan Maret.
Dari sembilan kecamatan di Kabupaten Abdya, dari laporan diterima Serambinews.com bahwa tiga kecamatan, yaitu Lembah Sabil, Manggeng dan Setia masih belum tersedia di kios pengecer hingga Rabu (27/2/2019), dikarenakan belum disalurkan distributor, PT Meuligoe Raya.
Seperti diketahui bahwa kebutuhan pupuk bersubsidi di Kabupaten Abdya terdiri sembilan kecamatan disalurkan oleh dua distributor yang ditetapkan produsen pupuk.
PT Pertani menyalurkan pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, SP-36, ZA dan Organik ke kios pengecer resmi di enam kecamatan, yaitu Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Blangpidie, Susoh dan Tangan-Tangan.
Sedangkan, untuk tiga kecamatan lainnya, Setia, Manggeng, dan Lembah Sabil ditetapkan sebagai penyalur adalah PT Meuligoe Raya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pupuk-bersubsidi-disalurkan-di-abdya.jpg)