Salam

Tol Aceh; Startnya Oke, Selanjutnya Bagaimana?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dr Ir Muhammad Basuki Hadimuljono MSc

Tol Aceh; Startnya Oke, Selanjutnya Bagaimana?
SERAMBI/BUDI FATRIA
MENTERI PUPR RI, Basuki Hadimuljono melihat langsung lokasi pembangunan jalan tol Aceh, di kawasan Montasik, Aceh Besar, Senin (11/3) 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dr Ir Muhammad Basuki Hadimuljono MSc, menyatakan proyek jalan tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 74 kilometer pengerjaannya cepat sekali. Peletakan batu pertama proyek ini pada 15 Desember 2018 di Blang Bintang, Aceh Besar. Sekarang, pembukaan badan jalannya malah sudah sampai ke Indrapuri atau sepanjang 10 kilometer. “Sangat progresif atau cepat,” kata Basuki Hadimuljono.

Menteri PUPR ini mengaku sangat terkejut ketika pihak PT Hutama Karya selaku penanggung jawab/pemilik proyek dan PT Adhi Karya, selaku pelaksana proyek jalan tol Aceh, mengajaknya ke lokasi badan jalan yang sudah dibuka. Pekerjaan land clearing-nya baru berjalan tiga bulan, tapi realisasi pembukaan lahan badan jalan tolnya sudah hampir 10 km dari Blang Bintang-Montasik-Indrapuri.

Salah satu faktor pendukungnya karena di Kecamatan Indrapuri pembebasan tanahnya sudah terealisasi 100 persen yang mencapai 6,78 km. Di Kecamatan Blang Bintang dan Kecamatan Montasik, beberapa persil tanah yang harus dibebaskan masih ada proses hukum. Namun, secara umum, menurut pejabat proyek itu, pembebasan tanah untuk jalan tol tersebut belum menjadi penghambat dalam pelaksanaan fisik proyeknya. Proses pembebasannya tergolong cepat dibandingkan di daerah lain.

Ya, kita berharap proyek jalan tol ini memang tak mendapat hambatan serius dalam pengerjaannya. Untuk ke depan, harusnya warga lain yang tanahnya terkena proyek jalan tol hendaknya bersikap seperti para pemilik tanah di Kecamatan Indrapuri sehingga pelaksanaan fisik jalan tol itu bisa dikerjakan sangat cepat.

Pembangunan infrastruktur memang harus diadakan secara cepat. Sebab, dibanding daerah lain, infrastruktur di Aceh, terutama prasarana transportasi, masih sangat ketinggalan. Dan, para ahli ekonomi sudah mengingatkan bahwa hanya dengan ketersediaan infrastruktur lah satu daerah akan cepat maju.

Kehadiran jalan tol, seperti yang sudah dirasakan daerah-daerah lain, sangat memberi arti bagi masyarakat dan membangkitkan perekonomian daerah, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Jalan tol Aceh yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Sumatera ini, fungsinya bukan sekadar untuk menghubungkan Lampung, Sumsel, Riau, Sumut, dan Aceh, tapi ada arti lain yang sangat penting secara ekonomis. Sekurang-kurangnya, kehadiran jalan itu akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh. Masyarakat juga akan bisa berjualan di rest area.

Dan, yang lebih penting, adanya jalan tol akan meningkatkan daya saing produk-produk indsutri dan pertanian Aceh di pasar domestik. Makanya, harapan kita, dengan start yang sudah baik ini, selanjutnya jangan sampai lambat, terutama mengenai ketersediaan dana secara rutin. Sebab, infrastruktur ini tidak boleh menjadi komoditas atau jualan politik untuk kepentingan sesaat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved