Honorer Pertanyakan Pengumuman Hasil Seleksi P3K

Sebanyak 191 honorer tenaga guru (tenaga pendidikan) dan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THLTB) penyuluh pertanian

Honorer Pertanyakan Pengumuman Hasil Seleksi P3K
Serambi Indonesia
Jambore Penyuluh Pertanian di Meulaboh 

BLANGPIDIE - Sebanyak 191 honorer tenaga guru (tenaga pendidikan) dan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THLTB) penyuluh pertanian di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mempertanyakan hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tahap I Tahun 2019 yang mereka ikuti pada 23 Februari 2019 lalu. Pasalnya, hingga Kamis (14/3), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI belum juga mengumumkan secara resmi hasil tes. Padahal, sebelumnya disampaikan bahwa informasi kelulusan diumumkan pada 1 Maret 2019.

Tertundanya pengumuman hasil seleksi penerimaan P3K itu mengundang banyak pertanyaan dari peserta seleksi di Abdya. “Proses sebelumnya serba cepat dan disampaikan bahwa seminggu setelah tes hasilnya diumumkan, yaitu 1 Maret. Tapi kemudian, kenapa ditunda hingga sekarang,” kata salah seorang peserta seleksi P3K di Abdya yang tak mau dipublikasikan identitasnya.

Menurut dia, banyak peserta mempertanyakan hal ini karena di media sosial sudah beredar lampiran surat Kemenpan RB RI yang menyebutkan sebanyak 58 honorer kategori dua (K2) dari Kabupaten Abdya memenuhi nilai ambang batas atau passing grade. Rinciannya, 23 guru (tenaga pendidikan) dan 35 tenaga penyuluh pertanian.

Berdasarkan informasi yang didapat Serambi, jumlah peserta seleksi yang memenuhi passing grade disampaikan Kemenpan RB RI melalui surat dengan Nomor: B/275/S.SM 01.00/2019 tanggal 1 Maret 2019. Surat yang diteken Sekretaris Kemenpan RB, Dwi Wahyu Atmaji itu ditujukan kepada para gubernur dan bupati/wali kota se-Indonesia. Hanya saja, itu belum bersifat resmi karena pengumuman hasil kelulusan akan diinformasikan melalui web http:sscn.bkn.go.id. Kenyataannya pengumuman hasil kelulusan yang ditunggu peserta itu mengambang hingga saat ini.

Tunggu usulan formasi
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya, drh Hj Cut Hasnah Nur yang dihubungi Serambi, Kamis (14/3), membenarkan, kalau Kemenpan RB belum mengumumkan hasil kelulusan seleksi penerimaan P3K Tahap I/2019. Dalam hal ini, Cut Hasnah memberikan penjelaskan dengan mengutip isi surat pemberitahuan dari Kemenpan RB RI Nomor: B/281/S.SM.01.00/2019 tanggal 1 Maret 2019.

Pada surat yang ditandatangani Sekretaris Kemenpan RB RI, Dwi Wahyu Atmaji itu dijelaskan bahwa, untuk jabatan dosen dan tenaga kependidikan di 35 perguruan tinggi negeri baru di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), peserta yang memenuhi nilai ambang batas/passing grade diumumkan 1 Maret 2019.

Sedangkan untuk jabatan guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian di lingkungan pemerintahan daerah, belum dapat dilakukan. Pertimbangannya, karena masing-masing pemerintah daerah harus menyampaikan usulan ulang kebutuhan/formasi menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan jumlah peserta yang memenuhi nilai ambang batas/passing grade untuk masing-masing kelompok jabatan.

Terkait usulan ulang tersebut, pemerintah daerah juga harus mengusulkan jabatan yang menjadi prioritas secara proporsional paling lambat 11 Maret 2019. Oleh sebab itu, tukas Cut Hasnah, Pemkab Abdya telah menyampaikan usulan ulang kebutuhan/formasi sebagaimana diminta Kemenpan RB RI termasuk usulan jabatan yang menjadi prioritas. “Usulan ulang tersebut telah kita kirim akhir Februari lalu,” ucapnya.(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved