Tafakur

Rasa Kemanusiaan

Ketika sebuah musibah menimpa sebahagian, beragam reaksi muncul. Sebahagian orang merasa prihatin

Rasa Kemanusiaan

Oleh: Jarjani Usman

“Belum beriman (dengan iman sempurna) seseorang sebelum mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari & Muslim).

Ketika sebuah musibah menimpa sebahagian, beragam reaksi muncul. Sebahagian orang merasa prihatin, apalagi menghadapi musibah sangatlah berat. Namun sebahagian yang lain tak mau peduli, karena menganggap tak mengenai dirinya. Bahkan ada yang merasa senang karena mengenai orang yang anggap lawan atau mengurangi saingan. Ada juga yang menambah berat beban, misalnya, dengan mengedar narkoba agar umat lemah dan menyisakan orang-orang mabuk untuk mengurus umat.

Padahal Rasulullah SAW semasa hidupnya senantiasa peduli terhadap sesama, baik sesama hamba yang seiman maupun sesama insan walaupun berbeda keyakinan. Bahkan karena kepeduliannya yang tinggi terhadap sesama insan, banyak orang merasakan kehadiran Islam sebagai rahmat bagi sekalian alam dan kemudian memeluk Islam.

Seharusnya sebagai pengikut Rasulullah SAW, setiap diri kita berupaya menerapkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Nilai-nilai Islam benar-benar diwujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari, yang ramah, jujur dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Setiap hamba perlu dihargai hak hidupnya, hak untuk memperoleh kebutuhan hidup, hak memperoleh pelayanan yang baik, hak belajar, hak memperoleh kehormatan, dan berbagai hak-hak lainnya. Langsung atau tidak langsung, itu merupakan bagian dari dakwah dengan perbuatan yang wajib dilakukan oleh setiap orang Muslim.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved