Penelitian Terbaru Sebut Aplikasi Ponsel Kini Bisa Membantu Menaklukkan Fobia Ketinggian

Donker, yang berafiliasi dengan Vrije University Amsterdam dan penulis studi senior Jean-Louis van Gelder dari University of Twente

Penelitian Terbaru Sebut Aplikasi Ponsel Kini Bisa Membantu Menaklukkan Fobia Ketinggian
pegi-pegi
Akrophobia 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah studi terbaru dari Belanda menyarankan, orang-orang yang takut ketinggian bisa menaklukkan fobia menggunakan aplikasi realitas virtual dan satu set googles VR yang murah.

Studi ini menunjukkan, "rasa takut akan ketinggian atau akrofobia dapat diobati secara efektif tanpa terapis, cukup dengan perawatan kami melalui aplikasi smartphone, yang disebut ZeroPhobia, dalam kombinasi dengan kacamata VR seharga $ 10," kata Tara Donker, asisten profesor penelitian.

Dalam terapi perilaku kognitif tradisional, pasien dengan fobia secara bertahap dihadapkan dengan apa yang mereka takuti, dan seorang terapis membantu pasien menafsirkan kembali respons dan kecemasan mereka.

Tetapi tidak semua orang dengan fobia memiliki akses atau mampu melakukan sesi pengobatan dengan terapis.

Baca: Polisi Masih Cari Tahu Pemilik Ladang Ganja Seluas 10 Hektare di Bireuen

Donker, yang berafiliasi dengan Vrije University Amsterdam dan penulis studi senior Jean-Louis van Gelder dari University of Twente mengembangkan aplikasi untuk menawarkan alternatif yang terjangkau.

Dilansir AsiaOne.com, Minggu (24/3/2019), mereka berencana untuk merilisnya secara komersial.

Aplikasi seperti permainan membawa pengguna melalui serangkaian tantangan yang akan menakutkan bagi seseorang dengan akrofobia, seperti mengganti bola lampu, memperbaiki lampu sambil berdiri di tepi balkon yang tinggi, atau menyelamatkan anak kucing yang melarikan diri di atas jembatan tinggi.

"Skenario VR dikembangkan (untuk mencakup) spektrum luas dari situasi akrofobia," kata Donker dalam email.

Untuk menguji aplikasi, para peneliti merekrut 193 sukarelawan dewasa dengan akrofobia dan secara acak menugaskan mereka untuk menggunakan VR.

Baca: Garuda Indonesia jadi Maskapai Paling Tepat Waktu Se-Asia Tenggara

Tiga bulan sebelumnya relawan telah diminta mengisi kuesioner untuk menilai gejala akrophobia.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved