Guru MIN Dewantara Dijambret di Depan Rumahnya di Paloh Lada
Tas milik Hastati, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Dewantara Aceh Utara pada Senin (1/4/2019) sekira pukul 16.00 WIB dijambret,
Penulis: Jafaruddin | Editor: Yusmadi
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Tas milik Hastati, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Dewantara Aceh Utara pada Senin (1/4/2019) sekira pukul 16.00 WIB dijambret oleh pria yang belum diketahui identitasnya.
Kejadian tersebut terjadi saat guru tersebut hendak masuk ke rumahnya di Desa Paloh Lada Kecamatan Dewantara Aceh Utara setelah turun dari sepmor temannya.
Akibat kejadian tersebut, barang dalam tas tersebut, antara lain Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) uang dan Handphone, serta kartu lainnya raib dibawa kabur pria yang mengenderai sepmor.
Hastati berharap polisi segera menangkap pelaku, supaya tidak menimpa terhadap warga lainnya.
Informasi yang diperoleh Serambinews.com, Hastati pulang diantar temannya dengan menggunakan sepeda motor (sepmor), setelah proses belajar mengajar di sekolah tempat ia mengabdi selesai.
Lalu, setelah turun dari sepmor, Hastati hendak masuk ke rumahnya, tiba-tiba datang pria yang tidak diketahui identitasnya langsung merampas tasnya.
Baca: Diteriaki oleh Korbannya, Penjambret ini Panik Lalu Terjun ke Parit
Baca: VIDEO - Polisi Tembak Penjambret di Meulaboh
Baca: Tas Dijambret dan Motornya Ditendang, Bidan di Klinik Unimal yang Sedang Hamil Ini Terjatuh di Aspal
Pria tersebut kemudian langsung kabur ke jalan nasional.
Sedangkan Hastati setelah mengalami kejadian tersebut langsung mendatangi Mapolsek Dewantara untuk melaporkan kejadian tersebut.
Warga berharap supaya kasus tersebut segera diungkap polisi supaya tidak meresahkan masyarakat di kawasan itu.
Sebab dikhawatirkan warga, jika tak segera ditangkap pelakunya, akan ada korban lagi yang akan mengalami nasib yang sama di kawasan tersebut atau tempat lainnya.
Karena informasi lain yang diperoleh dari sumber-sumber Serambinews.com, Hastati bukan korban pertama di kawasan itu.
Sudah ada, beberapa warga Paloh Lada lainnya yang juga guru menjadi korban jambret. Diduga pelaku memang menyasar korbannya dari guru. (*)