Calo CPNS Maimun Raja Pante Resmi Ditahan Kejari Pidie Jaya

Dari hasil kejahatan yang dilakukan dia terjerat dua pasal, yaitu pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan

Calo CPNS Maimun Raja Pante Resmi Ditahan Kejari Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Tim Kejaksaan Negeri Pidie Jaya (Pijay) resmi menahan tersangka penipuan dan penggelapan Calo CPNS, Maimun Musa (38) alias Maimun Raja Pante (dua kiri), Rabu (10/4/2019) siang di Kantor Kejari Pijay. 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS. COM, MEUREUDU - Petualangan tersangka Calo CPNS asal Pidie Jaya (Pijay), Maimun Musa (38) alias Maimun Raja Pante, warga Gampong Reudeup, Kecamatan Pante Raja, Pijay berakhir sudah.

Dia resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pidie, Rabu (10/4/2019) siang setelah diserahkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh Sundit I.

Maimun Raja Pante ini telah meraup ratusan juta rupiah atau sekitar Rp 130 juta dari korban asal Pidie, Anita Selfitri (26) asal Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli, Pidie.

Baca: BREAKING NEWS: Suasana Memanas, Mahasiswa Dobrak Blokade Aparat, dan Memaksa Masuk

Baca: Bukan hanya Anita, Ternyata Korban Penipuan Calo PNS di Aceh Berjumlah 19 Orang

Dalam perjalanan kasus sang calo PNS ini, Maimun Raja Pante yang juga sebagai calon legislatif (Caleg) dari partai PPP Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Pante Raja dan Trienggadeng ternyata sejak 19 Ferbruari 2018 lalu telah ditahan oleh pihak penyidik Ditreskrimum Polda Aceh.

Sebelumnya tim penyidik DitreskrimumSubdit I Polda Aceh sejak pukul 12.30 WIB menyerahkan tersangka dan berkas penyidikan sebagai proses tahap II kepada pihak Kejari Pijay yang langsung diterima oleh Kepala Seksie Pidana Umum (Kasi-Pidum) Aulia SH untuk selanjutnya dilakukan penuntutan.

Kepala Kejari Pijay, Basuki Sukardjono SH MH melalui Kasi Pidum, Aulia SH kepada Serambinewscom, Rabu (10/4/2019) mengatakan, penahanan ini dilakukan setelah kasus ini ditangani oleh pihak penyidik Ditreskrimum Polda Aceh dalam berkas perkara Surat Perintah Dan Penahanan (SPDP) serta pertimbangan letak lokasi, maka pelaku mesti ditahan di Pijay.

Baca: Mahasiswa: Kalau Plt Gubernur Tidak Hadir Ke Sini, Kita Rebut Kantor Gubernur

Baca: Wanita Ini Ditipu Calo PNS, Sudah Serahkan Uang Rp 130 Juta tapi hanya Dapat SK Palsu

"Maimun Raja Pante ini mulai hari ini ditahan di Rumah Tahanan Kelas II B Sigli, Pidie. Dari hasil kejahatan yang dilakukan dia terjerat dua pasal, yaitu pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan. Dia (Maimun Raja Pante) terancam dituntut maksimal dengan kurungan penjara empat tahun penjara,"sebut Aulia.

Maka dalam hal ini akan segera dipersiapkan tuntutan dan selanjutnya dalam satu pekan berkasnya segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Meureudu.

Dari fakta penyidikan pelaku telah melakukan penggelapan uang korban Anita Selfitri sebesar Rp 130 juta untuk pengurusan CPNS di Provinsi Aceh sebagai pembantu administrasi di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dengan gaji pokok Rp 1. 720. 400 golongan II/c.

Para pelaku yang terlibat termasuk Muhammad Sabip mengelabui korban dengan menyerahkan SK Gubernur Zaini Abdullah dengan tanda tangan dipalsukan. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved