Di Jakarta, Mahasiswa dan Pemuda Aceh Gelar Aksi Demo Bela Irwandi Yusuf

Aksi demonstrasi itu memprotes vonis yang dijatuhkan kepada Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Di Jakarta, Mahasiswa dan Pemuda Aceh Gelar Aksi Demo Bela Irwandi Yusuf
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Aksi demonstrasi membela Irwandi di Pengadilan Tipikor dan Mahkamah Agung, Rabu (10/4/2019). 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Aksi demonstrasi melibatkan ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat peduli Aceh (GEMPAR), digelar di dua tempat di Jakarta.

Pertama di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat dan kedua di Gedung Mahkamah Agung, Rabu (10/4/2019).

Aksi demonstrasi itu memprotes vonis yang dijatuhkan kepada Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Para demonstran memulai aksinya di depan Kantor Pengadilan Tipikor Jakarta, kemudian berpindah ke Mahkamah Agung RI Jalan Merdeka Utara.

Baca: Salam Komando Irwandi Yusuf dan Darwati A Gani, ‘Kita Lawan Ketidakadilan Ini’

Dalam aksinya, para demonstran asal Aceh itu membentangkan poster dan spanduk berisi kecaman terhadap vonis yang dijatuhkan kepada Irwandi Yusuf.

Para demonstran juga dilengkapi pengeras suara dan menampikan beberapa orator secara bergantian.

Husnul, salah seorang demonstran dalam orasinya mengatakan, vonis yang dijatuhkan majelis hakim Tipikor kepada Irwandi Yusuf terlalu dipaksakan dan sarat dengan dugaan permainan kepentingan para elite politik.

“Kami menilai vonis terhadap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tidak sesuai dengan fakta-fakta dalam persidangan," teriaknya.

Baca: BREAKING NEWS – Irwandi Yusuf Divonis 7 Tahun Penjara, Hendri Yuzal 4 Tahun, T Saiful Bahri 5 Tahun

Demonstran lainnya Akmal Fahmi saat berorasi di Gedung Mahkamah Agung meneriakkan bahwa jaksa penuntut umum telah melakukan dugaan pelanggaran kode etik dengan mencari-cari kambing hitam saat membuat tuntutan terhadap Irwandi Yusuf.

Agussalim, Koordinator aksi GEMPAR menyampaikan JPU mengabaikan fakta-fakta persidangan saat membuat tuntutan.

"Kami meminta Kejaksaan Agung menindaklanjuti dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum," tukas Agussalim.

Baca: Ketua Harian PNA Samsul Bahri: Vonis Hakim Untuk Irwandi Yusuf Tidak Adil

Seperti diberitakan sebelumnya, majelis hakim Tipikor memvonis Irwandi Yusuf dengan pidana tujuh tahun penjara, membayar denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan, dan mencabut hak dipilih dalam jabatan publik selama tiga tahun setelah menjalani pidana penjara.

Majelis hakim menyatakan Irwandi Yusuf terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi dan gratifikasi.

Selain Irwandi Yusuf, terdakwa lainnya Hendri Yuzal dihukum empat tahun penjara, dan pengusaha Aceh T Saiful Bahri lima tahun penjara.(*)

Baca: Mana Wartawan Asli, Tunjuk Tangan, Canda Irwandi Sebelum Vonis

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved