FEATURE: Destinasi Kemanusiaan Menuju Kawah Ijen

Setelah beristirahat dan merasa kuat lagi, saya memutuskan untuk mendaki meninggalkan pos 6

FEATURE: Destinasi Kemanusiaan Menuju Kawah Ijen
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD HADI
Penampakan Kawah Ijen di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019) pagi. 

Wartawan Serambinews.com, Muhammad Hadi diundang dalam acara XL Axiata Media Gathering 2019 pada 4-5 April di Banyuwangi, Jawa Timur.

Pada hari terakhir hanya 35 orang siap menjajal Kawah Ijen di perbatasan antara Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Kawah Ijen memiliki ketinggian 2.779 mdpl (2.799 m) dan terakhir meletus pada 1999.

Selama mendaki memiliki kemiringan 40 derajat dan letaknya berdampingan dengan Gunung Berapi. Berikut tulisannya.

SERAMBINEWS.COM - Lima mobil minibus Toyota Hiace yang membawa 35 orang bergerak keluar dari Dialoog Hotel, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019) pukul 00.45 WIB. Jalan mulus dini hari tanpa macet membuat mobil meluncur dengan cepat tanpa hambatan kecuali di lampu merah.

Lagu Ebiet G Ade terdengar pada pukul 01.45 WIB begitu mobil tiba di pintu gerbang kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Udara malam yang dingin sangat terasa dan semua orang pakai jaket tebal. Peserta berkumpul untuk briefing, pembagian regu dan pemandu sebelum naik ke Kawah Ijen.

Pukul 02.15 WIB peserta mulai berjalan mengikuti pemandu. Begitu melewati pintu gerbang Taman Wisata Kawah Ijen, para pria yang berlampu di kepalanya sudah menanti di tepi jalan.

Baca: Difitnah Usai Bertemu Prabowo, Ustaz Abdul Somad: Menjadi Marah Hanya Karena Berbeda Pilihan

Penambang belerang di Kawah Ijen di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019) pagi.
Penambang belerang di Kawah Ijen di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019) pagi. (SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD HADI)

Mereka berdiri di belakang troli sambil memegang kertas HVS yang bertuliskan nama peserta XL Axiata Media Gathering 2019. Satu troli disiapkan untuk satu orang pendaki.

Saya tanpa kesulitan mencari nama, karena masuk ke dalam regu dua dan berada dekat pintu gerbang. Lalu saya disuruh naik ke atas troli untuk menuju Kawah Ijen.

Satu orang mendorong di belakang, Susiono dan satu orang lagi menarik di depan, Mistari. Saya merasa tidak nyaman melihat kondisi tersebut. Hanya beberapa meter troli berjalan, langsung minta turun, tapi tak diizinkan.

Namun, jalanan masih menanjak saat troli bergerak. Dalam cahaya remang-remang sambil melihat orang yang menarik dan mendorong troli.

Halaman
1234
Penulis: Hadi Al Sumaterani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved