Tak Hanya di Indonesia, Fenomena 'Caleg Stres' Ternyata Juga Muncul di Amerika Serikat

Kabar baiknya, menurut Sahat, hanya 12 persen kasus stroke yang disebabkan pecahnya pembuluh darah, dan 86 persen stroke akibat penyumbatan.

Editor: Fatimah
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Kotak suara di Gudang KIP Kota Banda Aceh, Senin (15/4/2019). 

SERAMBINEWS.COM -  Jika Fenomena caleg stres sering ditemukan di Indonesia.

Ternyata di negara maju seperti Amerika fenomena serupa juga ditemukan.

Di Amerika Serikat, istilah post election stress disorder (PESD) atau gangguan stres pasca pemilu telah lama dikenal.

Dalam survei yang dilakukan American Psychological Association (APA) pada 2016-2017, stres pasca pemilu di AS meningkat tajam dalam sepuluh tahun terakhir.

Baca: Unmuha Wisuda 562 Sarjana dan Magister

Laporan tersebut menemukan, gejala stres yang dialami meliputi sakit kepala, gelisah, cemas, hingga depresi.

Banyaknya orang yang mengalami PESD, bukti dan data awal dari studi ilmiah menunjukkan bahwa kondisi ini nyata.

"Begitu banyak orang yang tampaknya merasa berkecil hati, bingung, dan tertekan oleh iklim politik dan masa depan bangsa. Gejala stres yang mereka alami bisa menyebabkan masalah dalam fungsi pribadi, sosial, dan pekerjaan," tutur psikiater klinis Thomas G. Plante di Psychology Today.

Untuk mengelola stres tersebut, Plante menyarankan untuk berolahraga dan melakukan relaksasi agar bisa menurunkan gairah fisiologis.

Baca: Tim Gakkumdu Aceh Utara Investigasi Ratusan Surat Suara Sudah Tercoblos di TPS 6 Desa Jamuan

Kegiatan seperti yoga, meditasi, latihan fisik, dan berdoa dapat memberi banyak manfaat di situasi seperti ini.

Kemudian Plante mengatakan, gejala psikologis dapat ditangani dengan mau menerima kenyataan, menerima apa yang tidak dapat diubah dan melakukan upaya untuk mengubah apa yang masih bisa diubah.

Terpenting, dukungan sosial dari orang lain dan orang terdekat akan membantu para calon anggota legislatif yang gagal untuk tetap sehat dan mengurangi stres.

Sementara itu, dalam kolom opini The Augusta Chronicle pernah dibahas juga tentang kondisi stres pasca pemilu, dan hal ini dianggap sangat normal.

Baca: Puluhan Kiai Pendukung Jokowi dan Prabowo Kompak Serukan Perdamaian dan Jauhi Provokasi

"Kami mendesak Anda untuk tidak berlebihan dalam menyalahkan orang lain terkait kegagalan pemilu," tulis artikel yang dimuat pada (9/11/2018) itu.

Berkaitan dengan kondisi stres pasca pemilu, apakah itu bisa disebut gangguan mental?

Psikiater Dr. Allen Frances pernah berkata bahwa hal itu mungkin lebih tepat bila disebut stres, bukan gangguan mental.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved