Sebut Indonesia Belum Siap Berdemokrasi, Kwik Kian Gie: Mengejar HAM Harus Membunuh HAM

Menurut Kwik Kian Gie demokrasi seharusnya menghormati pendapat siapa saja lantaran pemilihan umum adalah Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebut Indonesia Belum Siap Berdemokrasi, Kwik Kian Gie: Mengejar HAM Harus Membunuh HAM
Indonesia Business Forum, tvOne
Kwik Kian Gie menceritakan sempat peringatkan Presiden kelima, Megawati Soekarnoputri sebelum menjual saham Indosat, Rabu (3/4/2019). 

SERAMBINEWS.COM - Ekonom senior Kwik Kian Gie mengatakan Indonesia belum bersiap untuk menyelenggarakan demokrasi lantaran di Pemilu 2019 banyak petugas KPPS yang meninggal.

Hal itu diungkapkannya Kwik Kian Gie melalui akun Twitter @kiangiekwik, Kamis (25/4/2019).

Disebutkannya, Indonesia memang belum siap berdemokrasi ala Undang-undang dasar 2002.

Menurut Kwik Kian Gie demokrasi seharusnya menghormati pendapat siapa saja lantaran pemilihan umum adalah Hak Asasi Manusia (HAM).

Ia melihat peristiwa banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal.

Baca: Studi Terbaru Temukan Orang Amerika di Antara Orang Paling Stres di Dunia, Sejajar dengan Iran

Baca: Dua Truk Bertabrakan di Bireuen, Hino Terbalik Melintangi Jalan, Mitsubishi Masuk Parit

Kwik Kian Gie merasa bahwa di Indonesia mengejar HAM harus membunuh HAM.

Dicuitkannya para petugas yang gugur tak hanya dibunuh hak pilihnya namun juga nyawanya.

"Indonesia memang belum siap berdemokrasi ala UUD 2002 yang harus persis sama dengan yang berlaku di AS.

Hakekat demokrasi ialah sangat menghormati pendapat siapa saja, karena pendapat dan pilihannya dalam Pemilu adalah hak azasi manusia (HAM)."

Kwik Kian Gie sebut Indonesia Belum Siap Berdemokrasi: Mengejar HAM Harus Membunuh HAM (Twitter @kiangiekwik)

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved