Ramadhan 1440 H

Jam Berapa Batas Sahur, Imsak Atau Azan Subuh? Begini Penjelasan Ulama Aceh

Kapan sebenarnya batas akhir makan sahur dan memulai puasa, saat sirine imsak berbunyi atau saat azan Subuh berkumandang?

Jam Berapa Batas Sahur, Imsak Atau Azan Subuh? Begini Penjelasan Ulama Aceh
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Tgk H Faisal Ali, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. 

Jam Berapa Batas Sahur, Imsak Atau Azan Subuh? Begini Penjelasan Ulama Aceh

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kapan sebenarnya batas akhir makan sahur dan memulai puasa, saat sirine imsak berbunyi atau saat azan Subuh berkumandang?

Simak penjelasan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali berikut ini.

Tgk H Faisal Ali atau yang akrab disapa Lem Faisal kepada Serambinews.com, Senin (6/5/2019) menjelaskan, sebenarnya masuknya waktu puasa atau batas makan sahur adalah saat azan subuh berkumandang.

“Azan itu sudah masuk waktu batas akhir makan sahur dan menandakan waktu mulai puasa, tidak makan minum lagi setelahnya,” ujar Lem Faisal.

Baca: Bingung Masak Apa di Hari Pertama Puasa? Ini 4 Resep Menu Sahur Sederhana Antiribet yang Bisa Dicoba

Namun, untuk menjaga-jaga dan memberi waktu jeda antara menutup aktivitas makan-minum dengan masuknya waktu puasa, maka Lem Faisal menyarankan agar aktivitas makan dan minum maupun merokok sudah dapat dihentikan saat sirine berbunyi.

Jika pun tidak ada sirene, maka berpatokan pada jadwal imsak yang sudah disebar setiap bulan Ramadhan berdasarkan wilayah masing-masing.

“Sirene itu ibaratnya lampu kuning di persimpangan jalan, jadi sudah boleh bersiap-siap karena begitu azan, maka itu sudah masuk waktu,” ujarnya.

Baca: Tips Atasi Bau Mulut Saat Puasa Ramadan, Lakukan Hal Ini ketika Sahur dan Berbuka

Karena, antara jadwal imsak dengan jadwal azan subuh biasanya memiliki selisih sekitar lima menit lebih, untuk memberi waktu sebelum benar-benar masuk waktu puasa secara hukum.

Pimpinan Dayah Mahyal 'Ulum Al-Aziziyah Sibreh ini menjelaskan, adanya jadwal imsak dan suara sirine untuk memberikan warning agar umat Islam tidak lagi ada makan minum saat azan berkumandang.

“Imsak ini cuma ada di tempat kita. Di Timur Tengah sana tidak ada, karena beberapa menit sebelum azan mereka sudah tutup semua,” ujar Lem Faisal.

Baca: Anti Lemas dan Loyo, Coba Konsumsi Menu Makanan Ini Saat Sahur

Ia melanjutkan, sebaiknya jarak antara makan sahur dengan azan harus ada waktu sekitar 25 menit, sehingga ada waktu buat aktivitas lain seperti menggosok gigi dan lainnya.

“Jaraknya (akhir sahur dan azan Subuh) antara 25 menit atau taksiran membaca 100 ayat Alquran yang sedang-sedang (bukan ayat yang terlalu pendek dan bukan ayat yang terlalu panjang),” demikian Lem Faisal.(*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved