Dari Tragedi Ulee Madon, Rawatlah Hati dan Akal

Seorang ibu muda bersama dua anaknya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya

Dari Tragedi Ulee Madon, Rawatlah Hati dan Akal
Serambinews.com
Ketiga jenazah pembunuhan di Desa Ulee Madon, Aceh Utara, Selasa (7/5/2019) sore dikebumikan di pemakaman umum desa setempat. 

Seorang ibu muda bersama dua anaknya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Selasa (7/5) menjelang subuh. Tersangka pelaku adalah Aidil Ginting, suami yang baru menikahi korban empat bulan lalu.

Ibu muda itu diketahui bernama Irawati Nurdin (35) dan dua anak kandungnya yang ikut dihabisi adalah Zikra Muniza (12) dan Yazid (18 bulan). Mayat Ira dan anaknya berluka gorok dan tusuk di tubuhnya. Mayat Yazid ditemukan dalam bak mandi juga berluka tusuk di leher.

Irawati berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Ia menikah dengan warga Ulee Madon belasan tahun lalu dan dikaruniai tiga anak yaitu Riski (15) yang saat pembunuhan itu sedang tadarus di meunasah desa setempat, Zikra Muniza (12) yang meninggal dan jenazahnya ditemukan di tangga dengan luka tusuk di leher, serta Zikri (4) yang saat insiden itu berhasil melompat dari lantai dua ruko, sehingga ia selamat.

Setelah meninggal suami pertama, Irawati kemudian menikah lagi dan dikarunai seorang anak yakni Yazid. Setelah pisah dengan ayah Yazid, Irawati sekitar empat bulan lalu menikah dengan Aidil Ginting yang kemudian menjadi tersangka pelaku pembunuh sadis.

Aidil setelah menghabisi istri dan dua anak tirinya sempat kabur ke arah Banda Aceh menumpang kendaraan umum. Namun, polisi yang memburunya berhasil meringkusnya saat berada di depan satu toko di kawasan pasar Lambaro, Aceh Besar. Setelahnya, tersangka pembunuh sadis itu ditahan di Mapolres Lhokseumawe.

Warganet segera menghujat kelakuan Aidil. Mereka mencacai maki perbuatan Aidil yang dianggap sangat tidak berperikemanusiaan. Karenanya, netizen umumnya menginginkan sang pembantai sadis itu dihukum mati.

Seorang psikoloh seniar di Banda Aceh menduga ada kemungkinan sang tersangka pembunuh itu adalah seorang psikopat. “Tapi, ini harus ada pemeriksaan kejiwaannya lebih dulu untuk memastikannya,” kata sang psikolog.

Psikopat adalah gangguan yang membuat seseorang menjadi tidak memiliki hati nurani dan juga empati. Sehingga orang yang psikopat cenderung manipulatif, mudah berubah, dan sering-sering berbuat kriminal.

Karena ini bulan Ramadhan, maka mari kita lihat “Tragedi Ulee Madon” dalam konteks islami. Terdapat tiga komponen penting pada diri manusia, yakni hati, akal, dan lisan. Tiga komponen ini akan baik jika dirawat secara baik. Sebaliknya, ketika tidak dirawat, tentu akan menimbulkan malapetaka dan bencana, baik bagi diri maupun orang lain. Karena itu, setiap manusia penting untuk menjaga ketiganya dari penyakit berbahaya.

Penyakit hati adalah menganggap rendah orang lain (takabbur), merasa dirinya adalah yang terbaik (‘ujub), riya, dan lain sebagainya. Penyakit lisan adalah berdusta, berkata kotor, menipu, mengejek, menghina, menggunjing, bersilat lidah, bertengkar, berdebat secara berlebihan, dan lain sebagainya.

Sedangkan penyakit kecerdasan akal adalah percaya diri berlebihan sehingga suka meremehkan, kesombongan intelektual yang menghilangkan akhlaq al-karimah, merasa superior dan berkualitas padahal lemah dan tidak mempunyai apa-apa, dan lain sebagainya.

Obat ampuh untuk mengatasi penyakit hati, lisan, dan akal adalah puasa dan Alquran. Untuk itu, datangnya bulan Ramadhan sudah semestinya menjadi momentum untuk mensucikan diri dari segala penyakit. Sebab, tujuan inti puasa adalah menggapai ketakwaan. Puasa menjadi sarana mensucikan hati dan jiwa agar taat kepada perintah-Nya, sekaligus mengobati dan menjadi terapi kesehatan manusia. Ramadhan merupakan bulan pendidikan rohani yang melatih keuletan, kejujuran, kesabaran serta menjadi pakem menahan gejolak nafsu yang mendorong hamba melakukan dosa dan kesalahan.

Dan, kepada keluarga korban yang selamat dari “Tragedi Ulee Madon”, kita doakan semoga persitiwa ini menjadi pelajaran dan sekaligus mengingatkan kita semua untuk terus menjaga hati, menjaga mulut, dan perbuatan kita. Insya Allah akan datang rahmat dari-Nya untuk si sulung Riski dan adiknya Zikri. Aamiin.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved