MAN 1 Aceh Besar Gelar Kajian Dinul Islam, Hadirkan Penceramah dari Berbagai Lembaga

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Besar mengadakan program dalam rangka mengisi Ramadhan 1440 H bernama ‘Kajian Dinul Islam’ sejak 13-25 Mei 2019

MAN 1 Aceh Besar Gelar Kajian Dinul Islam, Hadirkan Penceramah dari Berbagai Lembaga
For Serambinews.com
Widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh, Nazarullah SAg MPd saat menjadi narasumber pada Kajian Dinul Islam di MAN 1 Aceh Besar, Jumat (17/5/2019). 

MAN 1 Aceh Besar Adakan Kajian Dinul Islam, Hadirkan Penceramah dari Berbagai Lembaga

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Besar mengadakan program dalam rangka mengisi Ramadhan 1440 H bernama ‘Kajian Dinul Islam’ sejak 13-25 Mei 2019 di aula madrasah tersebut, Lambaro Samahani, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar.

Kegiatan bertema “Bersihkan Hati, Bersihkan Jiwa, dan Jalin Silaturrahmi” itu menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga setiap harinya, di antaranya dari BNN, dayah, dan BDK Provinsi Aceh.

Pada Kajian Dinul Islam Jumat (17/5), panitia menghadirkan narasumber widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh, Nazarullah SAg MPd.

Dalam paparannya, Nazarullah menyampaikan beberapa hikmah dan keutamaan dari berpuasa. Ia juga memberikan motivasi untuk meningkatkan ibadah kepada Allah selama Ramadhan.

“Puasa adalah ibadah bertabur hikmah. Umat muslim harus memanfatkan untuk beribadah sebanyak-banyaknya pada bulan ini,” katanya.

Dia juga mengingatkan semua peserta agar mengawali puasa dengan niat pada saat makan sahur, yang akan sangat membantu orang yang berpuasa.

Baca: Cantiknya Felixia Yeap Kenakan Hijab, Mantan Model Playboy yang Kini Menjadi Mualaf dan Hijrah

Baca: Diduga Api dari Mercon, Usaha Gorengan Milik Warga di Jeulingke Terbakar

Baca: Bekas Warung Kopi di Samahani Terbakar, Tiga Unit Mobil Pemadam Dikerahkan ke Lokasi

Makan sahur, lanjut Nazarullah, juga sangat penting karena terdapat banyak berkah dari Allah SWT pada saat itu.

“Sahur yang penuh berkah adalah sahur yang dilaksanakan di penghujung waktu dan bukanlah di tengah malam. Adapun memperlambat makan sahur adalah anjuran yang harus dilaksanakan dan juga sunnah dari Rasulullah SAW,” pungkas Nazarullah.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved