Simpati Mengalir untuk Penjual Jagung Bakar di Lhoknga, Dinsos Aceh dan Baitul Mal Merespons

Bahkan, Ketua Yayasan Purnama Care di Bireuen, dr Purnama Setia Budi menyubang secara spontan Rp 1,5 juta.

Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBI/NASIR NURDIN
ZULKIFLI bersama istrinya, Marlinda dan anak bungsu mereka, Mujibur Razak di pondok jagung bakar tepian laut Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (16/6) malam. 

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Harapan Zulkifli (53), penjual jagung bakar di tepian Laut Lhoknga, Aceh Besar untuk mendapatkan tambahan modal usaha guna menutupi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anaknya mengundang simpati dari berbagai kalangan termasuk dari Kadis Sosial Aceh, Alhudri dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Muhammad Iswanto.

Bahkan, Ketua Yayasan Purnama Care di Bireuen, dr Purnama Setia Budi menyubang secara spontan Rp 1,5 juta.

“Kalau membaca informasi di media, saya pikir bantuan yang cocok untuk yang bersangkutan adalah dari program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) berupa bantuan barang-barang kios. Yang dibantu bukan uang tetapi barang kios,” kata Kadis Sosial Aceh, Alhudri merespons pemberitaan berjudul, “Dari Pondok Jagung di Tepian Laut Lhoknga, Zulkifli Merajut Masa Depan Anak-anaknya” yang disiarkan Serambinews.com.

Terkait dengan program UEP tersebut, Alhudri menyarankan Zulkifli yang berjualan di pondok jagung bakar Lhoknga agar mengurus surat keterangan dari Keuchik/Kepala Desa di tempat domisilinya yang menerangkan bahwa yang bersangkutan adalah warga setempat dan membutuhkan bantuan dari Program UEP Dinas Sosial Aceh.

Berdasarkan surat keuchik itu nantinya akan dikeluarkan lagi surat rekomendasi dari camat dan selanjutnya dibawa ke Dinas Sosial Aceh.

“Mekanismenya tidak rumit, yang penting bantuan tepat sasaran,” kata Alhudri.

Baca: Forsippas Nilai Tingkat Kedisiplinan ASN Pemkab Aceh Selatan Mengkhawatirkan

Baca: Pemerintah Malaysia Gandeng Kedai Runcit Aceh untuk Mendistribusikan Barang Murah kepada Warga

Baca: Mayat Terapung di Sungai Diduga Napi Rutan Lhoksukon yang Kabur

Respons juga datang dari Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Muhammad Iswanto.

“Siap kita tindaklanjuti,” tulis Iswanto dalam pesan WhatsApp-nya kepada Serambinews.com menanggapi pemberitaan yang mengangkat suara hati Zulkifli, penjual jagung bakar di Lhoknga.

Menurut Iswanto, saat ini pasukannya (tim) dari Baitul Mal Aceh sedang turun ke kabupaten/kota melakukan verifikasi beasiswa muallaf.

“Begitu tim balik ke Banda Aceh, kami langsung gerak ke sana (Lhoknga),” demikian Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh.

Bantuan Yayasan Purnama Care

Simpati untuk Zulkifli dan keluarganya juga datang dari Ketua Yayasan Purnama Care di Bireuen, dr Purnama Setia Budi.

“Semoga pemerintah melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi bisa membantu. Saya yakin cukup banyak ‘Zulkifli-Zulkifli’ lain berharap perhatian,” kata Purnama menanggapi kisah Zulkifli, penjual jagung bakar di Lhoknga.

Sebagai bentuk simpati atask kegigihan Zulkifli dalam berusaha dan pendidikan anak-anaknya, Purnama menitipkan bantuan uang Rp 1,5 juta untuk yang bersangkutan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved