Sosok
Kisah Meutiawati, Guru SMAN Unggul Sigli saat Kunjungi Korea, Murid dan Guru Pakai Sistem Digital
Ibu dari tiga anak ini Maret lalu terpilih menjadi peserta pelatihan program belajar di Korea National University of Education (KNUE) Cheongju, Korea
Penulis: Nur Nihayati | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Nur Nihayati I Pidie
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Namanya Meutiawati (35), guru Matematika di SMAN Unggul Sigli, Pidie.
Ibu dari tiga anak ini Maret lalu terpilih menjadi peserta pelatihan program belajar di Korea National University of Education (KNUE) Cheongju, Korea Selatan.
Saat itu Meutiawati satu-satunya guru Matematika dari Aceh terpilih dari 10 orang peserta se-Indonesia.
Awalnya ia tidak menyangka akan lolos dalam seleksi guru yang dikirim ke luar negeri.
"Ada program 1.000 guru ke luar negeri," katanya kepada Serambinews.com, Selasa (30/7/2019).
Baca: Tanggapi Persoalan Sawit di Aceh, Ini yang Disampaikan Haji Uma kepada Pemerintah Aceh
Baca: Sebelum Rumah Wartawan Terbakar, Istri: Ada Orang Tinggi Besar Datang Tanya Pak Asnawi
Baca: Organisasi Wartawan AJI Banda Aceh Minta Polisi Usut Kebakaran Rumah Jurnalis di Aceh Tenggara
Tiga bulan sebelum berangkat dia dihubungi pihak P4TK di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Singkatnya ia lulus seleksi dan diwawancarai via video call dan lulus.
Meutiawati merasa kagum dengan sistem pendidikan di Korea Selatan.
Pendidikan di negara penghasil gingseng itu dirasakan jauh lebih maju
Misalkan murid setingkat SD sudah bisa pemograman (koding).
Pembelajaran juga dalam bentuk digital antara guru dengan murid.
Setiap sekolah memiliki perjanjian ketat antara orang tua, sekolah dan pemerintah setempat.
Artinya pemantauan orang tua dan guru sangat ketat untuk anak.
Di samping itu juga memerlukan waktu cukup disiplin.
Bukan saja di sekolah tapi juga di tempat transportasi umum.
"Misalnya bus dijadwalkan berangkat pukul 07.03 nah pas detik itu langsung berangkat meskipun belum penuh penumpang nya," kisahnya.(*)